Friday, June 1, 2018

BIcara "BOM" di Pesawat

Tahun 2016, ane pernah posting yg beginian, waktu itu "bicara BOM di pesawat" sempet menjadi trading topic di masyarakat. (Hati2 Bicara...)

Apalagi beberapa waktu terakhir banyak kejadian BOM meledak. Masyarakat menjadi lebih waspada dan sensitif. Ya wajarlah, tiap sebentar ada berita BOM meledak disana sini. Lha, koq masih ada yg bisa2nya bercanda membawa BOM di pesawat.

Sudah menjadi SOP di pesawat, apabila ada orang yg mengaku bawa BOM, gak peduli bercanda atau serius, pasti akan diperiksa. Orang tersebut pasti diamankan oleh pihak berwajib, diinterogasi dan bahkan bisa sampai dipenjara. Gak cuma itu, orang tersebut bisa diblacklist oleh Maskapai Penerbangan. Lha, kan urusan jadi panjang.

Gak hanya di dalam pesawat, namun di semua lokasi Bandar Udara, termasuk pada saat pemeriksaan barang oleh Avsec maupun pada saat Check In, apabila kita bicara membawa BOM, dah pasti diamankan pihak berwajib. Ujung2nya gak boleh terbang.

Kejadian beberapa waktu yg lalu menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Seorang penumpang, pada saat akan meletakkan bagasi kabin, mengaku membawa BOM pada Pramugari. Niatnya bercanda, namun ternyata ditanggapi serius oleh penumpang yg lain, bahkan ada penumpang yg sampai membuka Emergency Exit Door untuk menyelamatkan diri keluar pesawat. Lha akhirnya beberapa penumpang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat cidera karena lompat dari sayap pesawat. Udahlah gak jadi terbang, si pelaku akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib.

Jadi berhati-hatilah dalam berbicara, karena untuk hal2 tertentu, bercanda bisa dianggap serius karena memang harusnya begitu. Coba sodara2 bayangkan, jika ada seorang penumpang yg bercanda mengaku membawa BOM kepada Pramugari, dan sama Mbak Pramugari diketawain aja karena dianggap bercanda, eh ternyata memang bawa BOM beneran. Bisa dibayangkan apa yg bakalan terjadi.

So, berhati-hatilah dalam berkata dan bercanda...




Thursday, May 17, 2018

SELF CHECK IN


Self Check In sebenarnya bukan barang baru, udah lumayan lama, cuma ane aja yg baru tau dan nyobain. Ceritanya gini sodara2, beberapa waktu yg lalu, ane dapat tugas untuk mengikuti kegiatan di Denpasar. Ane berangkat pake Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 1C.

Pada saat itu, suasana lumayan rame dan ane jg belum masuk ke Ruang Check In, alias masih di Selasar Terminal. Cuma ngeliat penumpang rame banget, antrian masuk lumayan, senior ane ngajakin Self Check In.

Gimana caranya? Lah, rupanya mesin Self Check In nya ada di sebelah ane. Dan caranya gampang banget, kita cuma masukin nama kita sesuai dengan identitas dan kode booking tiket pesawat kita. Sesaat kemudian boarding pass kita langsung tercetak otomatis. Gampang banget…!!! Terus terang ane surprise, takjub dan terpaku (lebayyyy…).

Ada beberapa keuntungan dan juga kekurangan yg bisa ane ambil dari pengalaman di atas. Keuntungannya, Self Check In sangat efisien, dan sangat mudah digunakan. Kekurangannya ya karena kita gak bisa request tempat duduk. Kalo kita bawa bagasi, ya tetep harus ke Check In Counter untuk memproses bagasi kita.

Namun secara umum, Self Check In sangat membantu. Kita gak perlu repot2 antri buat Check In.

Friday, October 27, 2017

Airport Emergency Exercise 2017 (RAJA IV)

Hari Kamis, tanggal 12 Oktober 2017, Bandara RHF melaksanakan kegiatan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat atau yang biasa dikenal dengan Airport Emergency Exercise (AEE). AEE kali ini lumayan besar, karena melibatkan pihak eksternal Bandara RHF. Selain melibatkan Komunitas Bandara, juga melibatkan unsur lain seperti Regulator (Kemenhub), Pemda, dan juga Militer. Sebenarnya gak hanya AEE aja, tapi ada kegiatan lain yg juga dilaksanakan yaitu Airport Contingency Exercise (ACE) walaupun hanya sebatas Table Top aja.

Kegiatan yg bertajuk RAJA IV diawali dengan adanya demo masa di Bandara yg menolak seorang Pengusaha dari luar daerah yg akan berinvestasi di Tanjungpinang. Kebetulan pengusaha tersebut menggunakan pesawat Bangau Air yg akan mendarat di Bandara RHF hari itu. Masa melakukan demo yg mengarah ke anarkis sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan Bandara RHF, dan bahkan sempat menyandera Sekuriti Bandara.

Karena keadaan sudah diluar control, Pak GM Bandara RHF meminta bantuan Komandan Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) RHF untuk mengambil alih komado dan melakukan tindakan pengamanan. Danlanud RHF segera berkoordinasi dengan Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Tanjungpinang dan Komandan Wing Udara II TNI AL Tanjungpinang  serta Kepolisian Sektor Bandara RHF untuk mengerahkan pasukan mengamankan Bandara RHF. Keadaan segera bisa dikuasai, masa pun dapat dipukul mundur dan Bandara RHF kembali normal.

Namun ternyata masalah belum selesai, Bangau Air mengalami crash di bahu kiri runway 04 yg disinyalir penyebabnya adalah Drone yg tertabrak pesawat dan masuk ke mesin sehingga membuat pesawat menjadi hilang kendali dan jatuh. Tim PKPPK Bandara RHF beserta unsur pendukung segera melakukan tindakan penyelamatan. Pesawat terbakar, namun api dapat segera dipadamkan oleh Tim PKPPK Bandara RHF beserta unsur pendukungnya.

Dalam latihan ini ditampilkan bagaimana Koordinasi di lapangan antar instansi, kemudian kecepatan (respon time) Tim PKPPK dalam melakukan pergerakan ke lokasi kecelakaan dan tindakan penyelamatan. Bagaimana penanganan tim medis terhadap para korban. Lalu pengaturan kendaraan ambulan dan tim penolong yang lain. Gak cuma itu sodara2, masih ada lagi yg ditampilkan, yaitu koordinasi pihak Bandara dan Airnav Indonesia Cabang Pratama Tanjungpinang dalam penerbitan NOTAM, pengaturan pesawat yg akan masuk ke Bandara RHF, termasuk koordinasi di lapangan. Masih ada lagi, yaitu penanganan keluarga penumpang pesawat yg panik. Bagaimana pihak Bandara dan Airline berkolaborasi menangani keluarga penumpang yg panik dan ingin tau keadaan keluarganya yg menjadi penumpang di pesawat tsb.

Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar. Semua pihak yg terlibat, melaksanakan latihan ini dengan sungguh2. Kegiatan ini sudah direncanakan dari pertengahan tahun 2017 dimana ane dan temen2 Airnav juga dilibatkan dalam hal ide dan pembuatan scenario sampai dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Jauh sebelum pelaksanaan kegiatan, para pihak yg terlibat sudah diundang rapat untuk koordinasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan.

Ada beberapa penerbangan yg harus tertunda karena kegiatan ini, namun menurut ane kegiatan ini penting dan harus dilaksanakan. Temen2 PKPPK harus melaksanakan latihan ini untuk melatih respon time, kesiapan personil dan kendaraan. Pihak Bandara dalam hal ini Angkasa Pura II juga harus melatih kemampuan pejabat beserta jajaran pendukungnya dalam berkoordinasi dan melakukan tindakan penanganan keadaan darurat dan kontigensi. Temen2 Airnav jg dapat mengukur kemampuan dalam menangani keadaan darurat dan kecepatan dalam penerbitan informasi aeronautika (NOTAM). Airline juga berlatih melakukan tindakan dalam menangani kondisi darurat, seperti penanganan terhadap keluarga penumpang, lalu penanganan terharap pesawat yg harus delay termasuk penanganan penumpang delay. Pihak Kesehatan Bandara, Rumah Sakit, PMI, Militer, Basarnas, dan lain2 yg ane gak bias sebutin satu persatu, mendapat banyak manfaat dari latihan ini.

Masih banyak manfaat kegiatan ini yg ane gak bisa sampaikan, namun intinya dengan rutin berlatih, kita dapat melatih diri dan kemampuan kita dalam menghadapi kondisi darurat. Diharapkan, apanila terjadi hal2 yg tidak diinginkan, kita semua dapat melakukan tindakan yg benar. Dalam kegiatan ini juga ada tim penilai, yg akan memberikan masukan pada saat evaluasi disaat kegiatan telah selesai dilaksanakan.

Karna ada istilah, “lebih baik bermandi keringat di medan latihan daripada bermandi darah dalam perang”, ane rasa cocok untuk kegiatan ini.







Tuesday, June 27, 2017

Balon Udara Tanpa Awak, antara "Tradisi", "Keindahan" dan "Bahayanya"

Lagi viral neh, Balon Udara Tanpa Awak yg mengganggu keselamatan penerbangan. Beberapa hari yg lalu, di salah satu Grup WA yg ane ikuti, dibahas habis2an masalah bahaya balon udara tanpa awak terhadap keselamatan penerbangan. Dan ternyata beberapa saat kemudian, beritanya muncul di tipi nasional.

Jadi ceritanya gini, di beberapa daerah di Jawa Tengah, ada tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak sebagai kegiatan menyambut lebaran. Seru banget sih, apalagi balon udara tanpa awak tersebut besar dan berwarna-warni. Begitu indah dipandang.

Namun dibalik keindahan tersebut, ternyata balon udara tanpa awak tersebut tidak dapat dikendalikan dan tidak dapat diprediksi kemana arah dan tujuannya. Yg jelas, kemana angin berhembus, kesanalah balon tersebut terbang. Sebenarnya apa sih bahayanya balon udara tanpa awak tersebut terhadap keselamatan penerbangan? Yuk kita bahas bersama-sama...

Balon udara tanpa awak tersebut, konon kabarnya terbuat dari bahan parasit yg tidak mudah rusak, berukuran lumayan besar, mampu terbang mencapai ketinggian 28.000 kaki dimana di ketinggian tersebut, banyak dilewati oleh pesawat terbang. Balon udara tanpa awak tersebut tidak dapat dikendalikan dan dipresiksi kemana arah dan tujuannya.

Bahayanya terhadap pesawat terbang adalah :

Jika tertabrak bodi pesawat, selain merusak bodi pesawat, pada bodi pesawat terdapat beberapa peralatan komunikasi, navigasi dan surveilance. Lha kalo peralatan tersebut terganggu atau rusak, dah jelas pesawat dalam bahaya. 

Kalo masuk ke mesin, udah jelas mengganggu kerja mesin bahkan lebih parah lagi mesin bisa mati, terbakar, dan... (ane merinding...)

Kalo kena sayap, (juga parah) mengganggu sistem kemudi yg membuat pesawat tidak dapat bermanuver. Kan yg buat pesawat bisa terbang dan bermanuver adalah sayapnya dengan segala peralatan pendukungnya.

Lebih parah lagi kalo sempet nyangkut di kokpit pesawat dan menutup pandangan Pilot pesawat. (Trus Pilot e kudu piye...???)

Lha, trus gimana? Ini kan tradisi, kearifan lokal, masa iya dilarang-larang...???

Menurut ane, tetep ada solusinya...

Aturannya ada di CASR (Civil Aviation Safety Regulation) Part 101, "Moored Balloons, Kites, Unmanned Rockets and Unmanned Free Balloons"

Disitu disampaikan dengan jelas aturan main dan batasan2nya. Berarti harus ada sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat termasuk kepada aparat pemerintah dan juga penegak hukum. Kalo ini sejalan, maka tradisi tetap bisa dilaksanakan dan keselamatan penerbangan juga tetap terjamin.

Mohon ma'af temen2 semua, sebangsa dan setanah air, ane bukan ahlinya dunia penerbangan, tapi minimal dengan tulisan ane yg gak seberapa ini, ane bisa mengingatkan sodara2 sekalian tentang keselamatan penerbangan. Lebih baik mencegah daripada mengobati...

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua...

Antara Libur dan Lembur

Dalam tulisan ini ane sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas di lapangan, khususnya Airnav Indonesia, yg lembur dan rela tidak berlebaran bersama keluarga demi memberikan pelayanan navigasi penerbangan kepada pesawat2 yg membawa para pemudik terbang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga dan handai taulan. Sudah menjadi kewajiban kami untuk bekerja memberikan pelayanan navigasi penerbangan kapanpun dan dimanapun di seluruh Indonesia.

Coba bayangkan, kalo kami ikutan libur dan mudik...??? Trus sopo sing memandu pesawate? hihihi...

Ane do'akan kepada temen2 yg ngelembur, mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT di dunia dan akhirat. Untuk para pemudik, ane sampaikan selamat mudik, selamat berlebaran berkumpul dengan keluarga, semoga Allah senantiasa melindungi perjalanan anda, selamat sampai tujuan dan kembali ke kota tempat bekerja dengan selamat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438 H, mohon ma'af lahir dan bathin...

Wednesday, June 21, 2017

Airnav TNJ, Buka Puasa bersama Anak2 Panti Asuhan Bina Insani

Alhamdulillah, Airnav TNJ melaksanakan buka puasa bersama anak2 Panti Asuhan Bina Insani Tanjungpinang, berbagi kebahagiaan, mempererat tali silaturrahmi, meningkatkan keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Acara dilaksanakan di Panti Asuhan Bina Insani Tanjungpinang pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2017 dan dihadiri segenap Karyawan Airnav TNJ beserta keluarga termasuk anak2 dan pengurus Panti Asuhan Bina Insani.













Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...