Thursday, December 20, 2018

Hal2 yg Menyebabkan Terganggunya Suatu Penerbangan

Dunia penerbangan adalah dunia yg penuh aturan, selalu ada konsekuensi apabila terjadi penyimpangan. Bahkan hal sepele bisa menyebabkan suatu penerbangan terganggu. Terganggu itu bisa hanya sekedar delay, ketidaknyamanan, ancaman atau bahkan sampai terjadi kerugian materi, fisik sampai kehilangan nyawa. Dari penelusuran ane di dunia maya dan pengalaman selama bekerja di dunia penerbangan, ada beberapa hal yang menyebabkan terganggunya suatu penerbangan.

Bercanda, Ngaku2 Bawa BOM
Nah lho... banyak kejadian, penumpang iseng, ngaku2 bawa Bom, baik pada saat check in atau di dalam pesawat. Sepertinya sepele, bercanda, lucu2an. Namun hal seperti ini wajib disikapi dengan serius oleh petugas di darat ataupun awak kabin. Anda akan diamankan dan diinterogasi oleh petugas keamanan, bahkan ditangkap serta bisa diblacklist oleh maskapai penerbangan.

Salah Duduk
Setiap penumpang harus duduk sesuai dengan nomor kursi yg tertera di masing2 boarding pass. Kejadian yg paling sering ane alami, banyak penumpang yg harusnya duduk di lorong, malah duduk di dekat jendela, akhirnya terjadi eyel2an dengan penumpang lain, rebutan tempat duduk. Coba bayangkan, jika di satu pesawat, ada lima orang aja yg kayak begitu, kan ngerepotin mbak2 pramugarinya buat ngatur duduknya. Aturan proses boarding cuma 20 menit, jadi lebih.

Salah Pintu
Ini juga neh, salah masuk pintu pesawat. Pada Bandara tertentu, dimana masuk ke pesawat tidak menggunakan garbarata, banyak penumpang yg naik ke pesawat, seenak udelnya. Nomor kursi kecil, masuk lewat pintu belakang, trus yg nomor kursi besar masuk lewat pintu depan. Lho...??? Akhirnya bentrok di tengah, yg harusnya duduk di depan masuk lewat belakang, dan yg harusnya duduk di belakang, masuk lewat depan... pinterrrrrrr...

Mabuk
Banyak kejadian, pesawat delay gara2 ada penumpang mabuk dan bikin ulah, mengganggu kenyamanan penumpang yang lain bahkan sampai membahayakan penerbangan. Urusannya sama petugas keamanan.

Bawa Bagasi Kabin Banyak2/ Gede2
Lho... ini lagi, kebiasaan oknum penumpang, bawa koper gede masuk ke kabin. Giliran mau disimpan di kompartemen atas, gak muat. Nambah lagi kerja Ground Crew dan Mbak Pramugari, ngurusin barang penumpang. Niatnya dah keliatan, males masukin barang ke bagasi, lantaran bakalan lama nunggu bagasi di Bandara Kedatangan, makannya rela2in bawa2 koper gede ke Kabin.

Nungguin Penumpang yg Telat
Sering nih, nungguin penumpang yg santai. Kadang malah oknum pejabat, mentang2 ditungguin, santai2. Koq bisa ada orang kayak gini. Kalo panjenengan mau santai2, ya jangan naik pesawat komersil, charter pesawat downk. Katanya bos...

Hal2 diatas, adalah contoh kejadian sepele yg menyebabkan ketidaknyamanan, menyebabkan penerbangan delay, serta menyebalkan. Masih ada beberapa contoh kejadian yg mengganggu penerbangan, semisal :

FOD, Foreign Object Damage
Benda asing yg bisa menyebabkan kerusakan pesawat, kira2 bahasa sederhananya seperti itu. Kalo mau tau arti harfianya FOD, ya monggo buka dokumen atau kamus, atau bisa juga tanya mbah gugel aja. misalnya, serpihan batu kerikil atau serpihan aspal di runway atau apron. Kecil sih dan juga sepele, namun kalo masuk ke mesin pesawat yg sedang hidup, ya bisa merusak mesin pesawat, bisa timbul percikan api bahkan bisa menimbulkan ledakan. Lha, kan bahaya banget.

Layang2, Drone, dan Balon Udara tak Berawak
Sempet jadi viral beberapa waktu yg lalu. Sangat mengganggu dan membahayakan penerbangan. Jadi perhatian pemerintah, termasuk Airnav Indonesia yg gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentan bahaya barang2 tersebut terhadap keselamatan penerbangan.

Bird Strike (Gangguan Burung)
Ini juga lho, sepertinya koq gak masuk akal, burung bisa ngeganggu penerbangan. Kenyataannya, pesawat yg sedang terbang, kecepatannya bukan sembarangan, kalo nabrak burung, bisa celaka. Kaca Kokpit bisa tertutup tubuh burung yg tertabrak, bisa retak atau bahkan pecah dan menciderai mas pilotnya. Kalo kena body pesawat bisa menyebabkan kerusakan instrumen di body pesawat, body sobek, dll. Kalo sempet kenanya di sayap, lebih bahaya lagi, di sayap pesawat terdapat peralatan untuk manuver pesawat, belok kanan kiri serta naik dan turun. Lha, bisa dibayangkan tho...

Laser Attack
Sinar laser, jika masuk ke kokpit pesawat yg sedang terbang, terutama yg sedang melakukan pendekatan untuk pendaratan, sangat mengganggu kerja mas pilot. Pandangan jadi terganggu, konsentrasi pilot akhirnya terganggu juga, lha trus...???

Masih ada lagi sodara2...

Traffic Congested (Kepadatan Lalu Lintas)
Biasa di Bandara besar, sering terjadi pada jam sibuk alias peak hour, terjadi antrian pesawat baik di darat maupun di udara. Dah pasti, hasil akhirnya adalah delay.

Cuaca Buruk, Kabut Asap, serta Abu Vulkanik
Delay, Divert, Postpone, atau bahkan Cancel. Kalo yg begini, gak mungkin dipaksakan, karna sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Unlawful Interference (Gangguan Melanggar Hukum)
Di atas sempat ane sebutkan, mabuk. Orang mabuk menyebabkan kekacauan di pesawat termasuk gangguan melanggar hukum. Contoh lain adalah berantem di pesawat, merokok di toilet pesawat, atau ganggu2 mbak pramugari.

Hijacking (Pembajakan)
Bajak membajak gak cuma terjadi di lautan dengan Bajak Lautnya, di udara juga bisa terjadi pembajakan. Banyak kasus terjadi di dunia penerbangan dan bahkan ada juga yg pernah terjadi di Indonesia seperti halnya Pembajakan Pesawat Garuda Woyla di tahun 1981.

Lack of Crew
Kemungkinan seperti ini bisa saja terjadi, kekurangan kru. Kenapa bisa terjadi? Ada beberapa faktor pendukung terjadinya Lack of Crew, semisal kesalahan dalam pengaturan jadual kerja kru, jalanan macet yg meyebabkan kru tidak bisa sampai di pesawat tepat waktu, atau bahkan karena terjadi pemogokan kerja oleh kru.

Pesawat Tidak Laik Terbang
Rusak, atau jam terbang pesawat habis, dan lain2 yg menyebabkan pesawat bermasalah dan harus diperbaiki.

Segala sesuatunya, sudah diantisipasi dengan aturan yg dikeluarkan oleh Regulator, dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan. Gak cuma itu, operator, yaitu Maskapai Penerbangan, Pengelola Bandar Udara, Airnav Indonesia juga memiliki SOP yg harus diterapkan sesuai dengan bidangnya masing2. Belum lagi adanya LOCA dan MOU antar operator baik Maskapai Penerbangan, Bandar Udara maupun Airnav INdonesia, termasuk dengan pelaku usaha di bidang penerbangan lainnya seperti Ground Handling, Flying School dan bahkan dengan Instansi Pemerintah seperti Basarnas, BMKG dan Militer.

Bahkan untuk urusan keselamatan, setiap operator memiliki Unit Khusus yg menangani masalah keselamatan. Ditambah lagi adanya Inspeksi, Verifikasi, dan Sosialisasi yg dilakukan oleh Regulator kepada Operator. Sehingga, kemungkinan terjadinya kesalahan bisa diminimalisir.

Sebenarnya masih banyak lagi sodara2, hal2 yg menyebabkan terganggunya suatu penerbangan. Namun menurut ane ini sudah mewakili sebagian besarnya. Semoga bermanfaat buat sodara2 semua...

Monday, September 3, 2018

SELF CHECK IN MACHINE

Self Check In Machine sebenarnya bukan barang baru, udah lumayan lama, cuma ane aja yg baru tau dan nyobain. Ceritanya gini sodara2, beberapa waktu yg lalu, ane dapat tugas untuk mengikuti kegiatan di Denpasar. Ane berangkat pake Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 1C.

Pada saat itu, suasana lumayan rame dan ane jg belum masuk ke Ruang Check In, alias masih di Selasar Terminal. Cuma ngeliat penumpang rame banget, antrian masuk lumayan, senior ane ngajakin Self Check In.

Gimana caranya? Lah, rupanya Self Check In Machine nya ada di sebelah ane. Dan caranya gampang banget, kita cuma masukin kode booking tiket pesawat kita. Sesaat kemudian, nama kita muncul di system, di layar monitor terpampang juga keterangan nomor penerbangan, jam boarding, dan keterangan pendukung lainnya. Termasuk juga menu untuk memilih seat atau tempat duduk yg kita inginkan. Di situ terlihat, seat mana yg sudah terisi dan seat mana yg blm.

Terus terang, sekarang ane cenderung pake fasilitas self check in, sampe minta tulung temen buat videoin ane, buat evidence.

Ini Videonya

Friday, June 1, 2018

BIcara "BOM" di Pesawat

Tahun 2016, ane pernah posting yg beginian, waktu itu "bicara BOM di pesawat" sempet menjadi trading topic di masyarakat. (Hati2 Bicara...)

Apalagi beberapa waktu terakhir banyak kejadian BOM meledak. Masyarakat menjadi lebih waspada dan sensitif. Ya wajarlah, tiap sebentar ada berita BOM meledak disana sini. Lha, koq masih ada yg bisa2nya bercanda membawa BOM di pesawat.

Sudah menjadi SOP di pesawat, apabila ada orang yg mengaku bawa BOM, gak peduli bercanda atau serius, pasti akan diperiksa. Orang tersebut pasti diamankan oleh pihak berwajib, diinterogasi dan bahkan bisa sampai dipenjara. Gak cuma itu, orang tersebut bisa diblacklist oleh Maskapai Penerbangan. Lha, kan urusan jadi panjang.

Gak hanya di dalam pesawat, namun di semua lokasi Bandar Udara, termasuk pada saat pemeriksaan barang oleh Avsec maupun pada saat Check In, apabila kita bicara membawa BOM, dah pasti diamankan pihak berwajib. Ujung2nya gak boleh terbang.

Kejadian beberapa waktu yg lalu menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. Seorang penumpang, pada saat akan meletakkan bagasi kabin, mengaku membawa BOM pada Pramugari. Niatnya bercanda, namun ternyata ditanggapi serius oleh penumpang yg lain, bahkan ada penumpang yg sampai membuka Emergency Exit Door untuk menyelamatkan diri keluar pesawat. Lha akhirnya beberapa penumpang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat cidera karena lompat dari sayap pesawat. Udahlah gak jadi terbang, si pelaku akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib.

Jadi berhati-hatilah dalam berbicara, karena untuk hal2 tertentu, bercanda bisa dianggap serius karena memang harusnya begitu. Coba sodara2 bayangkan, jika ada seorang penumpang yg bercanda mengaku membawa BOM kepada Pramugari, dan sama Mbak Pramugari diketawain aja karena dianggap bercanda, eh ternyata memang bawa BOM beneran. Bisa dibayangkan apa yg bakalan terjadi.

So, berhati-hatilah dalam berkata dan bercanda...




Thursday, May 17, 2018

SELF CHECK IN


Self Check In sebenarnya bukan barang baru, udah lumayan lama, cuma ane aja yg baru tau dan nyobain. Ceritanya gini sodara2, beberapa waktu yg lalu, ane dapat tugas untuk mengikuti kegiatan di Denpasar. Ane berangkat pake Batik Air dari Bandara Soekarno Hatta Terminal 1C.

Pada saat itu, suasana lumayan rame dan ane jg belum masuk ke Ruang Check In, alias masih di Selasar Terminal. Cuma ngeliat penumpang rame banget, antrian masuk lumayan, senior ane ngajakin Self Check In.

Gimana caranya? Lah, rupanya mesin Self Check In nya ada di sebelah ane. Dan caranya gampang banget, kita cuma masukin nama kita sesuai dengan identitas dan kode booking tiket pesawat kita. Sesaat kemudian boarding pass kita langsung tercetak otomatis. Gampang banget…!!! Terus terang ane surprise, takjub dan terpaku (lebayyyy…).

Ada beberapa keuntungan dan juga kekurangan yg bisa ane ambil dari pengalaman di atas. Keuntungannya, Self Check In sangat efisien, dan sangat mudah digunakan. Kekurangannya ya karena kita gak bisa request tempat duduk. Kalo kita bawa bagasi, ya tetep harus ke Check In Counter untuk memproses bagasi kita.

Namun secara umum, Self Check In sangat membantu. Kita gak perlu repot2 antri buat Check In.

Friday, October 27, 2017

Airport Emergency Exercise 2017 (RAJA IV)

Hari Kamis, tanggal 12 Oktober 2017, Bandara RHF melaksanakan kegiatan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat atau yang biasa dikenal dengan Airport Emergency Exercise (AEE). AEE kali ini lumayan besar, karena melibatkan pihak eksternal Bandara RHF. Selain melibatkan Komunitas Bandara, juga melibatkan unsur lain seperti Regulator (Kemenhub), Pemda, dan juga Militer. Sebenarnya gak hanya AEE aja, tapi ada kegiatan lain yg juga dilaksanakan yaitu Airport Contingency Exercise (ACE) walaupun hanya sebatas Table Top aja.

Kegiatan yg bertajuk RAJA IV diawali dengan adanya demo masa di Bandara yg menolak seorang Pengusaha dari luar daerah yg akan berinvestasi di Tanjungpinang. Kebetulan pengusaha tersebut menggunakan pesawat Bangau Air yg akan mendarat di Bandara RHF hari itu. Masa melakukan demo yg mengarah ke anarkis sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan Bandara RHF, dan bahkan sempat menyandera Sekuriti Bandara.

Karena keadaan sudah diluar control, Pak GM Bandara RHF meminta bantuan Komandan Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) RHF untuk mengambil alih komado dan melakukan tindakan pengamanan. Danlanud RHF segera berkoordinasi dengan Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Tanjungpinang dan Komandan Wing Udara II TNI AL Tanjungpinang  serta Kepolisian Sektor Bandara RHF untuk mengerahkan pasukan mengamankan Bandara RHF. Keadaan segera bisa dikuasai, masa pun dapat dipukul mundur dan Bandara RHF kembali normal.

Namun ternyata masalah belum selesai, Bangau Air mengalami crash di bahu kiri runway 04 yg disinyalir penyebabnya adalah Drone yg tertabrak pesawat dan masuk ke mesin sehingga membuat pesawat menjadi hilang kendali dan jatuh. Tim PKPPK Bandara RHF beserta unsur pendukung segera melakukan tindakan penyelamatan. Pesawat terbakar, namun api dapat segera dipadamkan oleh Tim PKPPK Bandara RHF beserta unsur pendukungnya.

Dalam latihan ini ditampilkan bagaimana Koordinasi di lapangan antar instansi, kemudian kecepatan (respon time) Tim PKPPK dalam melakukan pergerakan ke lokasi kecelakaan dan tindakan penyelamatan. Bagaimana penanganan tim medis terhadap para korban. Lalu pengaturan kendaraan ambulan dan tim penolong yang lain. Gak cuma itu sodara2, masih ada lagi yg ditampilkan, yaitu koordinasi pihak Bandara dan Airnav Indonesia Cabang Pratama Tanjungpinang dalam penerbitan NOTAM, pengaturan pesawat yg akan masuk ke Bandara RHF, termasuk koordinasi di lapangan. Masih ada lagi, yaitu penanganan keluarga penumpang pesawat yg panik. Bagaimana pihak Bandara dan Airline berkolaborasi menangani keluarga penumpang yg panik dan ingin tau keadaan keluarganya yg menjadi penumpang di pesawat tsb.

Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar. Semua pihak yg terlibat, melaksanakan latihan ini dengan sungguh2. Kegiatan ini sudah direncanakan dari pertengahan tahun 2017 dimana ane dan temen2 Airnav juga dilibatkan dalam hal ide dan pembuatan scenario sampai dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Jauh sebelum pelaksanaan kegiatan, para pihak yg terlibat sudah diundang rapat untuk koordinasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan.

Ada beberapa penerbangan yg harus tertunda karena kegiatan ini, namun menurut ane kegiatan ini penting dan harus dilaksanakan. Temen2 PKPPK harus melaksanakan latihan ini untuk melatih respon time, kesiapan personil dan kendaraan. Pihak Bandara dalam hal ini Angkasa Pura II juga harus melatih kemampuan pejabat beserta jajaran pendukungnya dalam berkoordinasi dan melakukan tindakan penanganan keadaan darurat dan kontigensi. Temen2 Airnav jg dapat mengukur kemampuan dalam menangani keadaan darurat dan kecepatan dalam penerbitan informasi aeronautika (NOTAM). Airline juga berlatih melakukan tindakan dalam menangani kondisi darurat, seperti penanganan terhadap keluarga penumpang, lalu penanganan terharap pesawat yg harus delay termasuk penanganan penumpang delay. Pihak Kesehatan Bandara, Rumah Sakit, PMI, Militer, Basarnas, dan lain2 yg ane gak bias sebutin satu persatu, mendapat banyak manfaat dari latihan ini.

Masih banyak manfaat kegiatan ini yg ane gak bisa sampaikan, namun intinya dengan rutin berlatih, kita dapat melatih diri dan kemampuan kita dalam menghadapi kondisi darurat. Diharapkan, apanila terjadi hal2 yg tidak diinginkan, kita semua dapat melakukan tindakan yg benar. Dalam kegiatan ini juga ada tim penilai, yg akan memberikan masukan pada saat evaluasi disaat kegiatan telah selesai dilaksanakan.

Karna ada istilah, “lebih baik bermandi keringat di medan latihan daripada bermandi darah dalam perang”, ane rasa cocok untuk kegiatan ini.







Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...