Friday, September 27, 2013

RI 2 di Bandara RHF

Pak Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono berencana datang ke Tanjungpinang dalam rangka membuka gelaran yg bertajuk “Tamadun Melayu” di Tanjungpinang. Acara yg akan diikuti juga oleh beberapa negara tetangga dan juga perwakian dari beberapa provinsi di tanah air.

Persiapan telah dilakukan dari beberapa hari sebelum kedatangan Pak RI 2. Dari pengamanan di Bandara RHF, jalur2 yg akan dilewati oleh rombongan dan pengamanan di lokasi. Semua dipersiapkan dengan matang. Semua ingin kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar serta sukses bahagia sejahtera.

Bandara RHF melalui NOTAM Office juga telah menerbitkan NOTAM yg  juga telah didistribusikan kepada maskapai penerbangan yg beroperasi di Bandara RHF sehingga dapat menyesuaikan jadual penerbangannya agar tidak bentrok dengan pesawat yg membawa RI 2. Alhamdulilllah semua berjalan lancar, pesawat yg membawa RI 2 mendarat dengan mulus dan tidak ada maskapai penerbangan yg terdelay. ATC dan AMC Bandara RHF melakukan koordinasi yg baik dalam pengaturan parkir pesawat sehingga kegiatan operasional Bandara berjalan lancar.

Semua berjalan lancar, namun ada satu yg bikin om alex geleng2 kepala. Beberapa orang bertindak berlebihan dalam menyikapi kedatangan RI 2. Kalo udah dikasi estimate ya udah tunggu aja yg sabar, ntar kan dateng juga tuh pesawat. Tiap dua menit nanya posisi, emangnya kerjaan tower sama radar cuma mantau pesawat RI 2 aja. Banyak bos yg kita kerjaian, yg ada ente malah ngerusuhin kerjaan kita. Perlu ente ketahui, ATC tuh sekolah lho, ATC juga tau prosedur penanganan VVIP movement, ente tenang aja, ATC Bandara RHF berpengalaman nangani yg seperti ini.

Selamat datang Bapak Wakil Presiden RI Boediono di Tanjungpinang, semoga kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali. Serta kembali ke Jakarta dengan selamat.


Thursday, September 12, 2013

Goyang Caesar di Bandara RHF

Goyang Caesar lagi jadi fenomena. Berawal dari sebuah acara di salah satu stasiun tipi nasional, Goyang Caesar jadi meng-Indonesia. Bahkan sampai muncul goyangan2 lain yg mirip2 Goyang Caesar. Memang asek sih, gerakannya yg atraktif dan lebih seru jika dilakukan bersama-sama.

Ternyata ada juga karyawan Bandara RHF yg bisa melakukan Goyang Caesar. Adalah Bro Yogi yg merupakan karyawan dari Unit PKPPK yg sekarang sedang menimba pengalaman di sekretariat GM Bandara RHF yg jago melakukan Goyang Caesar. Terbukti pada saat acara peringatan HUT AP II di Bandara RHF, Bro Yogi didaulat untuk memimpin para pejabat Bandara RHF dan pejabat Instansi Mitra Kerja Bandara RHF untuk melakukan Goyang Caesar.

Berikut video nya...


Perayaan HUT AP II Bandara RHF

Angkasa Pura II berulang tahun yg ke-29 pada 13 Agustus 2013 yg lalu. Dan hari ini dilaksanakan acara perayaan HUT AP II di Bandara RHF Tanjungpinang. Sedikit terlambat namun tidak masalah karena yg penting kan gaji gak ikutan terlambat. (eh eh eh...)

Mengundang seluruh karyawan dan beberapa Instansi yg menjadi mitra kerja Bandara RHF, kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Diawali dengan acara jalan santai di kawasan Bandara RHF dan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sembari menikmati hidangan makan dan minum yg telah disediakan panitia.

Seperti biasa, Pak GM Bandara RHF memberikan sepatah dua patah kata untuk lebih mengakrabkan suasana dan ditambah lagi hiburan musik orgen tunggal menambah meriahnya suasana. Dan tidak lupa pembagian hadiah juara lomba2 yg telah diadakan sebelumnya serta pembagian doorprise menambah semangat para undangan yg hadir.

Selamat ulang tahun Angkasa Pura II, maju terus menjadi pengelola Bandar Udara yg berkelas dunia dan memberikan pelayanan nomor satu kepada semua pengguna jasa penerbangan. Sukses terus Bandara RHF, perusahaan maju, konsumen puas, karyawan sejahtera...

Bravo RHF...!!!


Tentang Kecelakaan Pesawat

Kata2 yg sangat2 membuat bulu kuduk ane merinding. Sudah banyak kejadian pesawat mengalami kecelakaan baik itu yg tidak menimbulkan korban jiwa ataupun (ma’af kata) menimbulkan korban jiwa. Beberapa kasus kejadian kecelakaan pesawat yg melibatkan banyak korban jiwa yg bahkan tidak satupun korban diketahui keberadaannya lantaran pesawat tidak diketemukan.

Dan yg namanya kecelakaan pesawat, beritanya pasti jadi headline atau berita utama. Kalaupun di koran, pasti terpampang di halaman pertama dengan tulisan yg besar dan gambar yg besar. Namun ada juga beberapa kali ane melihat berita di televisi atawa di koran mengenai kecelakaan pesawat, ternyata didapatkan dari sumber yg salah sehingga berita yg ada menjadi salah.

Sebagai contoh, ada beberapa kasus yg memberitakan bahwa pesawat jatuh, padahal kejadian sebenarnya itu pesawat gak jatuh, tapi melakukan emergency landing. Kalo pesawat jatuh itu artinya pesawat tidak bisa dikendalikan, sehingga jatuh (crash). Lha kalo emergency landing, bisa terjadi semisal mesin pesawat mati, namun pesawat masih bisa dikendalikan sehingga pilot memutuskan untuk melakukan emergency landing dengan tujuan menghindari resiko celaka pada awak pesawat dan juga kerusakan pada pesawat. Masa’ si Pilot udah mati2an mendaratkan pesawat demi menghindari korban jiwa, eh dibilang tuh pesawat jatuh. Perasaan si Pilot pasti hancur berkeping-keping. Usahanya dipandang sebelah mata.

Nah, beberapa kasus juga banyak yg membahas penyebab terjadinya kecelakaan pesawat. Ada yg bilang ATCnya yg salah, ada yg bilang pilotnya yg salah, ada yg bilang ATC sama Pilot gak salah, yg salah yg di Penjara, macem2 asumsi orang yg bahkan bisa mengarahkan opini publik dalam menilai kasus kecelakaan. Yg berhak memberikan penjelasan mengenai kasus kecelakaan pesawat adalah KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), bukan petugas di lapangan, bukan tim penyelamat, bukan tukang gorengan yg kebetulan lewat, bukan juga pengamat penerbangan. Ane tegesin lagi, yg berhak memberikan klarifikasi mengenai kecelakaan pesawat adalah KNKT dalam hal ini adalah Ketua KNKT atau diwakili oleh juru bicaranya.

Kenapa KNKT...??? Karena KNKT lah yg turun langsung ke lokasi melakukan investigasi mencari tahu penyebab terjadinya kecelakaan pesawat tersebut. Dan perlu sodara2 ketahui, tujuan investigasi KNKT terhadap sebuah kejadian kecelakaan pesawat adalah bukan untuk mencari siapa yg salah, melainkan untuk mengetahui kenapa kecelakaan ini bisa terjadi. Dengan begitu dapat diketahui apa yg salah dalam kejadian ini sehingga bisa dilakukan perbaikan (sistem, prosedur, peralatan, SDM, dll) sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.

Dan perlu diketahui juga, orang2 yg berada dalam KNKT itu bukanlah orang2 sembarangan, mereka terdiri dari berbagai unsur dan memiliki pengetahuan yg tinggi mengenai keselamatan penerbangan. Istilah kata, mereka ini orang sekolahan dan bersertifikat yg melakukan investigasi sesuai dengan aturan yg ada. Bukan orang yg hanya mengamati dari luar trus ngomong seenaknya dan membuat opini yg tak berdasar.

Nah, ane berharap, setelah sodara2 membaca artikel ini, wawasan menjadi sedikit bertambah, sehingga apabila ada pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat udara tidak serta merta langsung teropinikan oleh pemberitaan tersebut. Cari tahu dulu sumber beritanya dari mana. Kalo bukan dari KNKT ya mending gak usah terlalu dipercaya.

Semoga bermanfaat...

Monday, September 9, 2013

Visibility Below Minima

Apakah itu? Seperti biasa, alexander soewondo akan membahas tidak menggunakan bahasa teknis maupun definisi, melainkan bahasa sehari-hari untuk memudahkan temen2 yg awam dunia penerbangan menjadi paham. Visibility belom minima adalah jarak pandang dibawah standard, bahasa gampangnya. Emang standardnya berapa? Nanti kita bahas satu per satu secara aktual, tajam, dan terpercaya.

Beberpapa waktu yg lalu kejadian seperti ini pernah ane alami, pesawat yg ane tumpangi dari Jakarta ke Tanjungpinang terpaksa ditunda keberangkatannya. Gara2 kabut asap menyelimuti Tanjungpinang yg membuat jarak pandang kurang dari seribu meter. Apalagi jadual keberangkatan pesawat dari Jakarta yg ane tumpangi itu menjelang maghrib sehingga sampai di Tanjungpinang malam hari. Menambah khawatir kru sehingga akhirnya diputuskan untuk menunda penerbangan hingga besok pagi.

Wah, kasus berat. Karena ini adalah kejadian alam dan menurut UU No. 1 tahun 2011 Tentang Penerbangan bukan merupakan kesalahan dari Maskapai Penerbangan, maka biaya nginep di Hotel menjadi tanggungan masing2 penumpang. Untung bawa duit, untung juga ane bawa baju ganti, untung juga ada kawan jadi nginep di Hotelnya bisa patungan, untung masih belum terlalu malem jadi masih bisa cari makanan, pokoknya masih untung lah.

Sebenarnya gimana sih aturan “tentang visibility below minima” itu? Koq sampe pilotnya gak mau terbang gara2 kabut asap? Gini Bos, visibility below minima itu diatur oleh pemerintah melalui CASR (Civil Aviation Safety Regulation) atau yg kalo dibahasa Indonesiakan adalah PKPS (Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil). Menurut CASR part 91, apabila tidak ada penetapan visibility minimum dari Otorita Bandara, maka pesawat IFR (Instrument Flight Rules) mengikuti aturan CASR, sebagai berikut :

Untuk pesawat selain helicopter yg memiliki engine 2(dua) buah atau kurang, maka visibility minimum nya adalah 1,6 km alias 1600 m.
Lha kalo pesawat yg punya lebih dari 2 engine, visibility minimum nya adalah 0,8 km alias 800 meter
Dan untuk helicopter, visibility minimumnya 800 meter.

Jadi kalo kasus yg ane alami beberapa waktu yg lalu itu, visibility di Bandara RHF Tanjungpinang dibawah seribu meter ya wajar kalo Pilotnya gak mau berangkat. Pilot harus taat aturan, karena tanggung jawab penerbangan sepenuhnya ada di Pilot.  Kalo Pilot berani melanggar, artinya dia bakal kena sanksi, sanksinya ya macem2 dari sekedar license nya dicabut sementara sampai bisa dicabut permanen, lha itu artinya kan mas pilot gak kerja, kalo gak kerja artinya gak dapet duit, kalo gak dapet duit kan anak istri terlantar gak makan. Jadi kalo ada kejadian seperti ini menimpa ente2 pada, jangan langsung emosi trus nyalahin pilot yg gak mau terbang, doi gak mau terbang ada alasannya Cuy, gak sembarangan, ini demi keselamatan kita semua para penumpang plus kru pesawat. Kalo mau nyalahin, salahin tuh si tukang sate (uuupppsss... sori bukan tukang sate), salahin yg ngebakar lahan di Sumatera dan Kalimantan, mau buka kebon aja koq nyusahin orang banyak.

Dari kejadian tersebut, ane justru dapet pelajaran berharga, salah satunya dalam urusan barang bawaan kalo kita berangkat pake pesawat. Ane selalu masukin pakaian satu stel ke tas (kebetulan yg ane bawa adalah tas laptop) yg ane bawa masuk ke kabin. Dan ternyata disaat tertentu ada gunanya juga. Ane gak harus ngurus bagasi buat ambil baju ganti. Selain itu, ya kita mesti bawa duit lebih untuk kondisi yg tak terduga. Misalnya seperti kasus ini, ane mesti bayar hotel, bayar taksi, beli makan, dan lain2.

Dibalik kesulitan yg Allah berikan kepada kita, ternyata Allah memberikan banyak pelajaran untuk kita agar kita semakin kuat dalam menghadapi hidup, semakin tenang dalam situasi sulit, dan semakin dewasa dalam bertindak.

Semoga bermanfaat...

Delay

Hal yg paling tidak diharapkan oleh penumpang dikala bepergian dengan menggunakan jasa angkutan udara. Apapun itu, yg namanya delay pasti gak enak. Apalagi kalo kita bepergian menggunakan pesawat udara. Terkadang rencana bisa batal gara2 pesawat yg kita tumpangi mengalami keterlambatan.

Tapi perlu kita ketahui juga, bahwasanya delay itu tidaklah murni hanya kesalahan Maskapai Penerbangan. Inilah yg bakal kita bahas kali ini. Kalo pesawat rusak, atau mengalami masalah operasional yg menyebabkan jadual penerbangan harus ditunda, memang, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Maskapai Penerbangan yg bersangkutan. Dan pemerintah juga sudah mengeluarkan aturan yg berisi apa2 saja yg menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan disaat pesawat mengalami keterlambatan. Misalnya kalo terlambat sekian menit, Maskapai Penerbangan harus menyediakan makanan kecil untuk penumpang. Lalu kalo sekian menit harus bagaimana, semua ada bahkan sampai menyiapkan konpensasi uang Rp 300 rebu untuk keterlambatan lebih deri sekian jam. Dan lain sebagainya.

Lha, trus apa2 aja yg menjadi penyebab keterlambatan pesawat yg memang bukan sepenuhnya kesalahan dari Maskapai Penerbangan...??? Yuk, kita bahas satu per satu. Ane akan ambil contoh kejadian2 yg terjadi di Bandara Raja Haji Fisabililah,  dan beberapa kejadian yg ane alami atau saksikan sendiri yg terjadi di Bandara lain.

Beberapa kali ane lihat, pesawat sudah boarding, penumpang belum datang. Dan untuk memberikan pelayanan terbaik, terkadang Maskapai Penerbangan rela menunggu beberapa menit sampai penumpang itu datang. Padahal kan ada aturannya bahwa check in ditutup 30 menit sebelum keberangkatan. Dan perlu diketahui juga bahwa pesawat itu terbang gak cuma Tanjungpinang – Jakarta trus parkir nunggu besok berangkat lagi, gak gitu Cuy. Begitu landing Jakarta, pesawat bakal terbang lagi ke Bandara lain semisal ke Surabaya, trus lanjut ke Makassar, trus lanjut ke Manado misalkan, trus lanjut ke Jayapura. Lha kalo di setiap bandara pesawat mesti delay gara2 nunggu penumpang yg telat datang, semisal 15 menit aja, berarti pesawat tiba di tujuan yg terakhir di Jayapura bisa terlambat satu jam lebih kan. Itu kalo penumpang biasa, lha gimana lagi kalo penumpangnya adalah pejabat? Tidak bisa dipungkiri, bisa lebih dari 15 menit nunggunya. Ini fakta Cuy, bukan mengada-ngada. Kenyataan yg mau gak mau harus diakui.

Itu baru urusan nunggu penumpang, ada lagi Cuy yg gak bisa dihindari yaitu dikala pesawat harus antri untuk mendarat di Bandara2 besar yg padat traffic nya seperti di Jakarta. Lha di Cengkareng itu runway nya cuma dua, yg mau mendarat banyak, yg mau lepas landas juga banyak, mau gak mau kan mesti ngantri. Coba deh bayangin, kalo satu pesawat menggunakan runway memakan waktu 3 menit, lha kalo ada sepuluh pesawat yg akan menggunakan runway, artinya kan pesawat yg kesepuluh terdelay 30 menit.

Belum lagi kalo ternyata di bandara keberangkatan atau Bandara tujuan ada kejadian penting, seperti latihan militer, pergerakan VIP (Presiden atau Wapres), Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat, dan lain2 yg menyebabkan penerbangan harus ditunda. Masih ada lagi Cuy hal yg bisa menyebabkan pesawat delay, misalkan runway rusak karena suatu hal semisal kesamber petir, runway banjir, terjadi bencana alam yg menyebabkan runway gak bisa dipake, atau cuaca buruk dan juga kabut asap yg menyebabkan jarak pandang berkurang.

Terkadang kita sebagai pengguna jasa penerbangan, dalam hal ini sebagai penumpang, menjadi marah, kesel, sebel gara2 pesawat yg kita tumpangi harus delay. Tapi kita sendiri gak mau tau kesulitan yg dihadapi oleh Maskapai Penerbangan. Padahal sebenarnya yg rugi gak hanya kita para penumpang yg terhormat, tapi juga Maskapi Penerbangan termasuk juga Kru Pesawat. Lha kita sampe tujuan langsung bisa istirahat, kalo Kru Pesawat kan gak istirahat, masih harus terbang lagi ke tujuan lain beserta penumpang yg lain lagi. Wajar sih kalo kita kecewa, kita kan dah beli tiket mahal2, maunya ya dapet pelayanan terbaik downk. Ya cuma kita mesti ngeti juga, masih ada orang2 yg lebih lelah dari kita.

Ini tulisan bukannya mau ngebelain Maskapai Penerbangan atawa Kru Pesawat, tapi tujuan ane hanya ingin menambah cakrawala kita terhadap hal2 seperti ini agar kita semakin dewasa dalam menghadapi kejadian2 yg tidak kita harapkan ini. Bukan malah jadi provokator yg justru membuat keruh suasana. Pemerintah sudah membuat aturan, Maskapai Penerbangan harus mentaatinya. Emangnya kalo kita marah2 trus bakar counter chek in, pesawatnya jadi tepat waktu? Ya gak juga Cuy, gak ngaruh, malah bisa jadi gak terbang sama sekali ngurusin chek in counter yg kobong karena kita bakar. Tidak semua keterlambatan adalah kesalahan Maskapai Penerbangan.

Trus gimana kalo ternyata ada Maskapai Penerbangan yg nakal, yg tidak mematuhi aturan yg telah dibuat pemerintah? Solusinya tetep ada, kita bisa melaporkan kejadian ini ke petugas di Bandara yg memang sudah diberi wewenang untuk mengawasi hal2 seperti ini. Ambil contoh di Bandara Raja Haji Fisabilillah, ditempel nomor telepon petugas yg bertanggung jawab untuk menyelesaikan hal2 seperti ini. Atau juga bisa kita beri masukan dan komplain melalui kotak saran yg memang sudah disediakan pihak Maskapai Penerbangan ataupun Bandara.

Nah, gitu Cuy. Jadi jangan langsung emosi dan ngomel2 ke petugas dari Maskapai Penerbangan. Marah dan kecewa itu wajar, namun tidak seharusnya diluapkan dengan sembarangan. Penumpang ingin mendapatkan pelayanan yg terbaik, dan Maskapai Penerbangan sudah pasti ingin memberikan pelayanan yg terbaik agar tidak ditinggalkan oleh pelanggannya. Dan jangan lupa, ada Regulator yg memberikan pengawasan dan saksi bila terjadi penyimpangan, yaitu pemerintah.

Semoga tulisan ini bermanfaat...

Friday, September 6, 2013

AirNav Indonesia


Demi meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, pemerintah mendirikan sebuah perusahaan yg memang khusus hanya untuk memberikan pelayanan navigasi penerbangan bernama Perum LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan). Berhubung namanya agak susah dilafalkan sesusah nama kiper Arsenal Wojciech Szczesny, maka dibuatlah nama yg lebih mudah diingat “AirNav Indonesia” beserta logo nya yg juga keren banget.

Sebelum berdirinya AirNav Indonesia, pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia di diselenggarakan oleh beberapa instansi seperti Angkasa Pura I dan II, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJU) melalui UPT (Unit Pelayanan Teknis) nya, Otorita seperti di Batam, atau Pemerintah Daerah maupun Swasta. Nah setelah AirNav berdiri, maka secara bertahap Pelayanan Navigasi Penerbangan di Indonesia akan diambil alih oleh AirNav Indonesia.

AirNav Indonesia hanya akan fokus pada Pelayanan Navigasi Penerbangan, sehingga Provider2 lain yg sebelumnya melaksanakan Pelayanan Navigasi Penerbangan pun akan fokus pada Pelayanan Jasa Kebandarudaraan saja, dengan begitu diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas terutama dari segi fasilitas dan SDM sehingga memacu meningkatnya pelayanan di masing2 bidang. Lalu siapa pelaku utama AirNav Indonesia? Adalah Air Traffic Controller yg menjadi “starring”nya dibantu oleh rekan2 dari Unit lain seperti AIS (Aeronautical Information Services), Komunikasi Penerbangan, Teknisi Navigasi dan Listrik berkolaborasi menjadi suatu sistem yg saling mendukung dalam memberikan Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan.

Ini adalah sekelumit tentang AirNav Indonesia yg ane adopt dari situs resminya...

Dasar pendirian :

  1. UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan
  2. PP No. 77/2012 tanggal 13 September 2012 Tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)
Peraturan pelaksana lainnya :

  1. Kepmen BUMN No: SK-15/MBU/2013 Tanggal 16 Januari 2013 Tentang Anggota-anggota Direksi Perum LPPNPI
  2. Surat Dirjen Perhubungan Udara No: AU.313/I/I/DJPU.DNP.2013, tgl 25 Januari 2013 Tentang Pengalihan Tarif, Aset dan SDM Navigasi Penerbangan
Visi :

  • Menjadi partner terpercaya
Misi :

  • Menyediakan layanan lalu lintas penerbangan yang aman, nyaman dan ramah lingkungan
  • Memenuhi ekspektasi pemilik modal dan regulator
  • Meningkatkan mutu, kinerja dan karier personil
Selamat datang AirNav Indonesia, selamat datang era baru penerbangan Indonesia, semoga sukses memberikan yg terbaik untuk Indonesia dan dunia.

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...