Friday, November 6, 2015

Pemeriksaan Penumpang...

Beberapa waktu yang lalu ane mendapat tugas ke Medan untuk menghadiri kegiatan bimbingan teknis yang diadakan oleh Kantor Otban Wilayah II Medan. Selesai acara, ane pulang menggunakan pesawat melalui Bandara Kuala Namu yg keren itu.

Ceritanya dimulai disini. Ketika akan memasuki ruang tunggu keberangkatan, terlihat antrian yang lumayan panjang. Biasalah, petugas Avsec (Aviation Security) melakukan pemeriksaan Boarding Pass dan KTP masing2 penumpang. Namun ada satu hal baru yang kami alami, yaitu kami diminta melepaskan aksesoris yg mengandung logam sebelum memasuki WTD (Walk Through Detector), jam tangan, handphone, termasuk melepas ikat pinggang.

Buat ane sih biasa aja, dan gak susah juga koq. Begitu dah masuk, WTD gak bunyi, mas2 Avsecnya senyum, ane pun melenggang. Sampe di tempat duduk ruang tunggu, ane disapa sama bapak2. Sepertinya beliau gak suka diperiksa seperti itu. Pake copot2 ikat pinggang segala.

Doi berkata, "ribet amat ya mas, pake copot2 ikat pinggang segala"...

Ane bilang, "gak juga koq pak, yg namanya aturan ya kita ikutin aja, kan tinggal nyopot aja" sembari ane pasang balik ikat pinggang ane.

Bapak itu masih ngotot, kayaknya gak puas dengan jawaban ane (lah... emangnya ane laki2 pemuas...???) Doi bilang, "saya kemaren di Jakarta gak diperiksa kayak gini..."

Ane jawab : "iya pak, ini aturan baru, makannya kita diperiksa sekarang"... 

Ane lanjut lagi, "kalo di Singapore Pak, kalo kita lewat WTD masih bunyi, kita gak boleh masuk... masa iya, orang Singapore negara kecil bisa taat aturan, kita yg negara besar gak bisa, malu downk ahhh...

Bapak itu hanya terdiam terpaku dan membisu... 

Jadi temen2 sekalian, ada benarnya kita menanggalkan aksesoris yg mengandung logam sebelum kita melewati WTD. Bayangkan seandainya itu tidak kita lakukan, setiap lewat WTD, selalu berbunyi dan petugas Avsec akan melakukan body search kepada setiap penumpang. Lha kalo Bandara seperti Kuala Namu yg penumpangnya ribuan, dalam satu jam mau berapa kali petugas Avsec melakukan body search dari atas ke bawah. Apa gak pada six pack tuh perut mas2 Avsec nya...

Jadi selain keamanan dan keselamatan penerbangan, tujuannya juga mengurangi beban kerja mas2 petugas Avsec tersebut. Jadi, ikutin aja aturannya, toh juga gak repot2 kali. Banyak aksesoris yang biasa kita gunakan, terutama yg mengandung logam, berpotensi dapat digunakan untuk melakukan kejahatan di pesawat.

Dasar Hukumnya ada, monggo dilihat di PM 127 tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Thursday, November 5, 2015

Verifikasi CASR 172 di Distrik Tanjungpinang

Gak cuma pelayanan Bandar Udara aja yang harus disertifikasi, pelayanan Navigasi Penerbangan juga harus disertifikasi sesuai dengan amanat UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Biar pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia satu standar dan berkualitas tinggi.

Tanggal 28 Oktober kemaren, tim verifikasi CASR 172 dari Dirjen Perhubungan Udara datang ke Distrik Tanjungpinang untuk melakukan verifikasi. Didampingi oleh pejabat dari Kantor Pusat Perum LPPNPI dan Petugas dari Otban Wilayah II Medan, kegiatan verifikasi berlangsung dengan lancar.

Verifikasi memastikan bahwa Perum LPPNPI Distrik Tanjungpinang telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan ICAO. Verifikasi dilaksanakan dalam dua tahap, yang pertama verifikasi dokumen kemudian dilanjutkan dengan verifikasi di lapangan.

Setelah dilakukan verifikasi, pada saat Exit Meeting dipaparkanlah hasil verifikasi. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan selesai pada tanggal 30 Oktober 2015.

Ini poto2nya...

Semua serius...
Temen2 Distrik TNJ yg penuh semangat
Diakhiri dengan sesi poto bersama...

Update Letter Of Coordination Agreement (TNJ - BTH) #latepost

Tanggal 23 Oktober 2015, berlokasi di Ruang Rapat Perum LPPNPI Distrik Batam dilaksanakan penandatanganan Update LOCA TNJ - BTH oleh DM Tanjungpinang dan DM Batam dengan disaksikan oleh Pak GM Medan.

Sebelum kegiatan tanggal 23 Oktober tersebut, tim LOA dari kedua belah pihak telah mengadakan pembahasan update LOCA bersama di Tanjungpinang. Jadi hasil kesepakatan kedua tim kemudian disahkan di Batam.

Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan ramah tamah.

Ini dia poto2nya...

Pak Jumen Operasi Batam dan Tanjungpinang memberikan paraf sebelum ditanda tangan oleh kedua DM
Pak DM Tanjungpinang membubuhkan tanda tangan
Pak DM Batam juga membubuhkan tanda tangan
Pak GM Medan
Dilanjutkan dengan sesi poto bersama
Rame2
Wajah2 serius, padahal ya gak serius2 kali...

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...