Thursday, August 29, 2013

C.I.A.

CIA yg ane maksud bukanlah Central Intelegence Agency, agen rahasia milik negeri Paman Sam, yg kalo di pilem2 penuh dengan aksi dan tembak2an. Bukan itu sodara2, melainkan “Calo In Airport”. Istilah ini bukan dari ane, melainkan dari sohib ane Sekuriti Bandara yg sering mergokin CIA beroperasi di Terminal Bandara mencari mangsa.

CIA bisa dari mana saja, bisa dari oknum pegawai Bandara, atawa orang yg kerja di Bandara, oknum dari Maskapai Penerbangan, atau malah bisa jadi profesional murni. CIA merupakan salah satu kegiatan yg merugikan calon penumpang dan juga maskapai penerbangan yg paling susah diberantas. Dari tahun ke tahun, masalah CIA selalu ada, apalagi pada saat peak season dimana pengguna jasa penerbangan meningkat tajam. Disitulah CIA memanfaatkan situasi.

Makannya, hati2 kalo mau berangkat pake pesawat apalagi belum punya tiket. Kalo ada orang yg ramah dan berpenampilan rapi menawarkan tiket, mending gak usah. Karna dia adalah CIA yg sedang mencari korban. Kalo mau beli tiket yg di Agen Perjalanan atau ke Loket Penjualan Tiket milik Maskapai Penerbangan yg ada di Bandara.

Kita musti hati2 kawan, modus awalnya adalah minta KTP kita. Kalo kita udah sempat kasih kita punya KTP, berarti kita sudah kena jeratnya. Berlagak sulit mencari tiket, KTP kita ditahan-tahan, sampe last minute. Begitu waktu keberangkatan udah mepet, CIA datang dengan tiket yg harganya selangit. Dan lebih parahnya, terkadang nama yg tercantum di tiket bukan nama kita. Namanya udah terpaksa, mau gak mau tiket kita bayar juga.

CIA tuh bukannya gak bisa diberantas, tapi emang susah. Terkadang yg menjadi CIA (seperti yg ane tulis diatas) adalah orang dalam sendiri, atau bisa jadi orang luar namun dibekingi oleh orang dalam. Butuh kesadaran (tidak hanya) dari calon penumpang saja, namun juga semua yg bekerja di Bandara, termasuk pegawai Bandara maupun Karyawan Maskapai Penerbangan dan pihak2 lain yg bekerja dan beraktivitas di Bandara.

Sekali lagi, hati2 terhadap CIA, jangan sampai ente beli tiket dengan harga yg tidak seharusnya. Cari alternatif penerbangan lain, hubungi Agen Perjalanan atau Maskapai Penerbangan untuk mendapatkan tiket dengan harga yg pantas, bukan harga yg menguras kocek.

Tuesday, August 27, 2013

Daftar Nama2 Bandara di 34 Ibukota Provinsi di Indonesia

No. Provinsi Ibukota Bandara
1 Nangroe Aceh Darussalam Banda Aceh Sultan Iskandar Muda
2 Sumatera Utara Medan Kuala Namu
3 Riau Pekanbaru Sultan Syarif Kasim II
4 Kepulauan Riau Tanjungpinang Raja Haji Fisabilillah
5 Sumatera Barat Padang Minangkabau
6 Jambi Jambi Sultan Thaha
7 Sumatera Selatan Palembang Sultan Mahmud Badaruddin II
8 Kep. Bangka Belitung Pangkalpinang Depati Amir
9 Bengkulu Bengkulu Fatmawati
10 Lampung Bandar Lampung Radin Inten II
11 Banten Tangerang Soekarno Hatta
12 DKI Jakarta Jakarta Halim Perdanakusuma
13 Jawa Barat Bandung Hussein Sastranegara
14 Jawa Tengah Semarang Ahmad Yani
15 DI Yogyakarta Yogyakarta Adi Sucipto
16 Jawa Timur Surabaya Juanda
17 Bali Denpasar I Gusti Ngurah Rai
18 Nusa Tenggara Barat Mataram Lombok
19 Nusa Tenggara Timur Kupang El Tari
20 Kalimantan Utara Tanjung Selor Tanjung Harapan
21 Kalimantan Barat Pontianak Supadio
22 Kalimantan Tengah Palangkaraya Tjilik Riwut
23 Kalimantan Selatan Banjarmasin Syamsudin Noor
24 Kalimantan Timur Samarinda Temindung
25 Sulawesi Utara Manado Sam Ratulangi
26 Sulawesi Barat Mamuju Tampa Padang
27 Sulawesi Tengah Palu Mutiara
28 Sulawesi Tenggara Kendari Haluoleo
29 Sulawesi Selatan Makassar Sultan Hasanuddin
30 Gorontalo Gorontalo Jalaluddin
31 Maluku Ambon Patimura
32 Maluku Utara Ternate Sultan Baabullah
33 Papua Barat Manokwari Rendani
34 Papua Jayapura Sentani

Sunday, August 25, 2013

Bandara Internasional

Ada ratusan bandara di Indonesia, namun tidak lah banyak yg berhak menyandang status Internasional. Sebenarnya apakah itu Bandara Internasional? Lalu bagaimana kriteria bandara bisa dikatakan internasional?

Bahasa mudahnya, Bandara Internasional adalah bandara yg dilengkapi dengan fasilitas pendukung operasi penerbangan internasional, dalam hal ini CIQ ( Custom, Imigration. & Quarantine) untuk melayani penerbangan internasional. Ini bukan definisi lho, ini cuma bahasa alexander soewondo aja, agar lebih mudah memahami apa itu Bandara Internasional. Status Bandara Internasional, ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan dan diambil berdasarkan banyak pertimbangan antara lain letak geografis bandara dan fungsinya.

Custom kalau dibahasa Indonesiakan adalah Bea Cukai. Trus Bea Cukai tuh apa? Carilah di Google...!!! (hi hi hi...) ane juga searching2 di Google, sebenarnya ane ngerti Bea Cukai tuh apa, tapi untuk menuliskannya dengan kata2 tuh agak susah. Gini deh, Bea Cukai itu adalah instansi pemerintah yg bertugas mengawasi barang2 atau komoditi dari luar negeri yg masuk ke negara kita dan memberikan biaya sesuai dengan ketentuan untuk diberikan kepada negara. (gitu kali ya...???). Gini deh, Bea Cukai itu biaya tambahan yg dikenakan bagi komoditas yg berasal dari luar negeri dan atau  komoditi yg memiliki sifat yg bisa merugikan konsumen. Yg merugikan konsumen itu contohnya adalah rokok. Jadi barang2 yg masuk dari luar negeri harus diawasi dan dikenakan pajak. Lha yg bertugas untuk itu adalah bapak2 dan ibu2 petugas Bea Cukai.

Trus yg kedua adalah Imigrasi. Ane rasa udah tau semua neh apa itu Imigrasi dan apa tugasnya. Simpelnya sih, kalo Bea Cukai ngurusin barang, kalo Imigrasi ngurusin orang. Kalo kita mau ke luar negeri, berangkat kita mesti lapor ke imigrasi dengan menunjukkan paspor, dan begitu juga ketika tiba di luar negeri kita juga harus lapor ke imigrasi negara tersebut.

Yg terakhir adalah Karantina yg bertugas mengawasi hewan atau tumbuhan yg dibawa dari dan ke luar negeri dengan tujuan mencegah terjadinya penyakit atau hal2 yg bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan di negara tujuan. Misalnya, kalo unggas harus diperiksa terlebih dahulu apakah terjangkit flu burung atawa tidak. Atau tumbuhan yg berpotensi membawa hama, dan lain sebagainya.

Dan perlu diketahui juga tidak semua Bandara dengan status Internasional memiliki penerbangan berjadual dari dan ke luar negeri. Terkadang bandara tersebut hanya melayani unschedule flight sebagai pintu masuk dan keluar suatu negara. Ya contoh yg paling simpel ya Bandara Raja Haji Fisabilillah, statusnya Internasional dan sudah pasti dilengkapi fasilitas pendukung operasi penerbangan Internasional, namun pada kenyataannya tidak ada flight berjadual internasional, hanya sekali2 melayani unschedule flight internasional.



Thursday, August 22, 2013

Perawatan Apron Bandara RHF

Ini adalah salah satu fungsi dari Unit AMC yg pada tulisan sebelumnya (Apron Movement Control (AMC)) sempat ane berikan gambarannya secara umum. Khususnya di Bandara RHF, setiap kali setelah pesawat meninggalkan apron dan lepas landas ke tujuan masing2, petugas AMC Bandara RHF tidaklah bersantai-santai di ruangan, melainkan langsung inspeksi ke Apron.

Mengawasi kebersihan apron dan memastikan apakah apron baik2 saja. Dan ternyata pada beberapa kesempatan, terdapat ceceran oli pesawat tertinggal di permukaan aspal apron. Ceceran oli tanpa disadari selain dapat membahayakan pesawat yg melewatinya, juga dapat merusak permukaan apron itu sendiri.

Maka petugas AMC langsung bertindak, menghubungi pihak ground handling pesawat untuk segera membersihkan ceceran oli tersebut. Selama kegiatan pembersihan tersebut, petugas AMC Bandara RHF mengawasi sampai pekerjaan selesai.

Apron menjadi bersih, kondisi apron tetap terjaga, dan keselamatan penerbangan juga terjamin. Terima kasih untuk mas2 petugas AMC yg telah menjalankan kewajibannya dengan sepenuh hati.


Wednesday, August 21, 2013

Apron Movement Control (AMC)

Buat temen2 AMC, ane mohon ijin mengulas tentang pekerjaan seorang petugas AMC, untuk lebih mengenal dunia penerbangan khususnya dibidang AMC. Sejauh ini, sebagai seorang ATC, AMC adalah salah satu unit di Bandara yg selalu berkoordinasi dengan ATC (Unit ADC) mengenai masalah penempatan (parkir) pesawat dan segala kegiatan yg berhubungan dengan itu.

Dan sebenarnya, tugas AMC itu tidak hanya ngurusin masalah penempatan (parkir) pesawat di Apron, masih banyak lagi tugas penting dan wewenang dari AMC. Mari kita kaji bersama-sama tentang tugas dari mas2 AMC ini secara aktual tajam dan terpercaya.

AMC atau kepanjangan dari Apron Movement Control, adalah suatu unit yg bertugas mengawasi dan mengatur segala kegiatan di Apron dari penempatan (parkir) pesawat, mengawasi proses bongkar muat barang di pesawat, mengawasi proses pengisian bahan bakar pesawat, pergerakan kendaraan di Apron, ketertiban para petugas yg melakukan kegiatan di darat (apron), dan sampai masalah perijinan kendaraan yg beroperasi di Apron. Semua diatur dalam regulasi yg dikeluarkan oleh regulator dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Petugas AMC bekerja sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure) dan mereka dilengkapi dengan License (sertifikat AMC). Jadi gak sembarangan orang bisa menjadi petugas AMC mengingat tugas dan tanggung jawabnya yg besar.

Lha, dari tadi nyebut2 nama apron, sebenarnya apron itu apa? Apron (sesuai dengan Annex 14 Aerodrome volume I) adalah suatu area tertentu di daratan aerodrome yg dimaksudkan untuk menampung pesawat dengan tujuan bongkar muat penumpang, pos atau kargo, pengisian bahan bakar, parkir atau pemeliharaan pesawat. Kalo bahasa mudahnya, apron itu ya tempat parkir pesawat. Lha di parkiran itulah pesawat melakukan aktifitas, dan itu diatur dan diawasi oleh petugas AMC.


Nah, kalo yg bertugas markirin pesawat itu namanya “Marshaller”, itu bisa dari petugas AMC, atau dari Airline dan Ground Handling. Yg jelas petugas yg melakukan marshalling adalah petugas yg bersertifikat. Marshaller menyampaikan pesan terhadap pilot berupa kode2 visual yg berupa gerakan tangan yg menggunakan alat bantu untuk mengarahkan pergerakan pesawat ke posisi yg diinginkan sehingga kegiatan pergerakan pesawat aman dan selamat.

Petugas AMC juga berwenang dalam memberikan ijin terhadap kendaraan dan supirnya untuk melakukan aktifitas. Kendaraan harus dilengkapi dengan peralatan yg sesuai dengan aturan seperti flamtrap (alat yg dipasang di knalpot kendaraan yg berfungsi untuk mencegah terjadinya percikan api yg keluar melalui knalpot), lampu rotary yg dipasang di atap kendaraan, dan lain2. Supir kendaraan juga diberikan TIM (Tanda Ijin Mengemudi) dan di berikan aturan berkendara di apron. Semua harus terus diawasi agar kegiatan di apron dapat berjalan lancar, aman, dan selamat.

Dalam bekerja, petugas AMC dilengkapi dengan beberapa peralatan standar seperti senapan laras panjang M16 (uups, sorry itu punya Rambo), pelindung telinga (ear protector), rompi, bed ( semacam bed ping pong yg besar  dan berwarna orange cerah sebagai alat bantu dalam memandu pergerakan pesawat di apron), lampu berwarna merah (penggati bed di malam hari/ memudahkan pilot untuk melihat gerakan tangan Marshaller), jas hujan, sepatu boot, dan handy talky (untuk koordinasi dengan unit2 terkait).

Jadi sebenarnya, kalo menurut “ane pribadi”, petugas AMC itu adalah penguasa apron. Lha gimana gak berkuasa, lha wong semua aktivitas di apron atas sepengetahuan dan tanggung jawab AMC. Itulah sedikit gambaran umum tentang AMC, semoga bermanfaat...

Syukuran Pengangkatan 33 Karyawan PKWT Menjadi Karyawan AP II Bandara RHF

Horeeee... Makan2 lagi. Setelah tadi malam makan2 di Hotel Aston (Malam Pisah Sambut GM Bandara RHF), eh siang ini makan2 lagi. Kali ini menu nya Sop Tulang. Alhamdulillah, dapet makan gratis. Lho...??? Dalam rangka apa? Koq makan gratis mulu.

Rupanya kali ini adalah makan2 dalam rangka syukuran terhadap 33 adik2 PKWT 2011 yg baru saja menerima SK pengangkatan sebagai pegawai tetap Angkasa Pura II Bandara RHF. Adik2 PKWT yg telah bekerja dengan baik selama dua tahun terakhir dan berhak mendapatkan apa yg menjadi hak mereka, SK pengangkatan karyawan Angkasa Pura II.

Acara diawali dengan sambutan dari GM Bandara RHF, Bapak M. Suriawan Wakan dan dilanjutkan dengan doa dan pemberian ucapan selamat dari seluruh karyawan yg hadir. Dengan keluarnya SK pengangkatan sebagai karyawan Angkasa Pura II ini diharapkan kinerja meningkat dan inovasi bertambah. Karena biar bagaimana pun, adik2 kita ini adalah penerus generasi di Bandara RHF yg suatu hari nanti akan menerima tongkat estafet dari para seniornya untuk melanjutkan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Selamat buat adik2 ane, semoga Tuhan memberkati kita semua. Bawa maju Bandara RHF, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.


Tuesday, August 20, 2013

Malam Pisah Sambut GM Bandara RHF

Setelah tertunda karena suatu hal, akhirnya Selasa malam tanggal 20 Agustus 2013 diadakan acara pisah sambut GM RHF di Hotel Aston Tanjungpinang. Acara yg berlangsung tertib dan sukses dihadiri oleh Komisaris Utama Angkasa Pura II beserta jajarannya dan juga Direktur Utama Angkasa Pura II beserta jajarannya.

GM lama Bandara RHF Yayan Hendrayani telah beralih tugas ke tempat baru menjadi GM Bandara Husein Sastranegara Bandung dan digantikan oleh GM baru M. Suriawan Wakan yg telah mulai berdinas pada 1 Juli 2013 melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Bandara RHF dan mengemban misi pengoperasian Terminal baru Bandara RHF.

Acara yg dihadiri oleh seluruh karyawan Angkasa Pura II dan mitra beserta Instansi2 pemerintah daerah diawali dengan tari persembahan dari sanggar tari lokal dan dilanjutkan dengan sambutan dari GM lama Bandara RHF Yayan Hendrayani yg mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan instansi2 lain selama bertugas menjadi GM RHF.

Dilanjutkan dengan sambutan GM baru Bandara RHF yg siap melanjutkan tongkat estafet dari GM yg lama. Dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Utama dan Perwakilan dari Walikota Tanjungpinang. Acara berakhir dengan pemberian ucapan selamat kepada GM lama untuk tugas yg baru di Bandung dan GM baru untuk tugas baru di Bandara RHF Tanjungpinang.

Selamat jalan Bapak Yayan Hendrayani, semoga sukses di tempat yg baru. Selamat datang Bapak M. Suriawan Wakan, semoga Bandara RHF semakin maju dan ramai penerbangannya. 


Friday, August 16, 2013

Upacara Hari Kemerdekaan RI ke 68 di Bandara RHF

Suasana pagi yg cerah, hembusan angin sepoi2, dan ditambah dengan hangatnya matahari pagi, menambah syahdu suasana upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yg ke 68 di Bandara RHF Tanjungpinang.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah GM Bandara RHF Bapak M. Suriawan Wakan dan Komandan Upacara Kadiv AdKom Bapak Sunjaya. Upacara dihadiri oleh seluruh Karyawan Angkasa Pura II Bandara RHF kecuali yg sedang bertugas dan mitra kerja Bandara RHF dalam hal ini adalah Airline, Kepolosian, Karantina, dan juga BMKG.

Petugas upacara kali ini diambil dari perwakilan tiap2 unit, seperti tim pengibar bendera dari anggota PKPPK, pembaca UUD 45 dan ajudan inspektur upacara dari Sekuriti, Pembaca Doa dan Pembawa Acara dari unit lainnya. Inspektur upacara membacakan dua naskah pidato, yg pertama dari Menteri Perhubungan, dan yg kedua dari Dirut Angkasa Pura II.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan lancar. Seluruh anggota mengikuti dengan seksama sampai upacara berakhir. Upacara ditutup dengan doa bersama.


Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia...


Thursday, August 15, 2013

Kenapa sih HP musti dimatikan saat berada dalam pesawat...???

Kenapa...??? Lah HP kan benda mati, ya gak perlu dimatiin lah... (wah, ngajak berantem neh yg nanya...). Serius Gan, begitu kita masuk ke dalam pesawat, mbak2 Pramugari yg ramah2 atau mas2 Pramugara selalu mengingatkan untuk mematikan HP sampai dengan mendarat dan keluar dari pesawat.

Apa yg mereka ucapkan atau ingatkan kepada kita memanglah bukan iseng2 belaka melainkan memang ada aturan yg dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini adalah “Instruksi Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara No. AU/4357/DKP.0975/2003” tentang larangan menggunakan ponsel di pesawat udara. Gak maen2 Bro, ancaman hukuman penjara dan denda ratusan juta menyertai instruksi Pak DirKesPen ini.

Beberapa kali pernah terdengar kasus bagaimana Airline menuntut penumpang yg nakal yg tidak mengindahkan aturan ini dan bahkan ada juga pejabat yg melanggarnya. Sepertinya sepele, tapi dampaknya luar biasa berbahaya terhadap keselamatan penerbangan. Ntar lagi ane jelasin sedikit demi sedikit, ente2 sabar aja, terus baca artikel ini dengan serius...

Perangkat elektronik di pesawat, banyak yg menggunakan gelombang elektromagnetik untuk berbagai macam fungsi. Sedangkan HP juga menggunakan gelombang elektromagnetik. Yg akan terjadi apabila HP dalam kondisi aktif di pesawat adalah gelombang elektromagnetik HP akan mengganggu atau menginterferensi gelombang elektromagnetik perangkat elektronik di pesawat.

Untuk gampangnya, coba deh ente deketin HP ente ke tipi atawa speaker radio atawa CD, kan pasti bakal ada suara ...tretektretektretek... dan gambar di layar tipi ente terganggu, suara radio atawa CD ente juga terganggu. Coba bayangkan apabila itu terjadi pada perangkat elektronik di pesawat, apa yg akan terjadi...??? Apa...??? Jawab...!!! (lho...)

Aturan pilot bisa mendengarkan instruksi dari ATC, jadi gak bisa. Yg seharusnya pilot bisa membaca radar cuaca dengan akurat jadi gak jelas. Blm lagi perangkat pendaratan seperti ILS yg terganggu, sedangkan pesawat akan mendarat. Belum lagi perangkat yg membaca ketinggian pesawat dari permukaan laut yg bakal terganggu, dan lain2 yg bisa membahayakan penerbangan. Lha kalo pesawat celaka, gak cuma yg punya HP aja yg ikut celaka, tapi seluruh penumpang pun jadi celaka, blm lagi orang2 yg gak tau apa2 ikutan ketimpa pesawatnya.

Nah, coba deh setelah membaca artikel ini, marilah kita sama2 peduli pada sekitar. Saling mengingatkan kalau ada yg mengaktifkan HP di pesawat agar dimatikan, demi keselamatan kita semua. Ini tidak hanya tugas dari kru pesawat saja melainkan ya kita semua. Demi keselamatan kita dan penerbangan itu sendiri.

Wednesday, August 14, 2013

Bandara RHF Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 68


Barusan ane lewat jalan masuk Bandara RHF tercinta, dan cukup terkesima dengan apa yg ada di sepanjang jalan. Bendera Merah Putih berjajar di sepanjang jalan masuk ke Bandara. Bahkan “windshock” pun berwarna merah putih... (lebayyyyyyy...)


Ane jadi inget jaman ane kecil2 dulu, suasana HUT RI terasa sekali. Bendera Merah Putih berkibar dimana-mana. Rumah2 dihias dengan berbagai ornamen yg berhubungan dengan HUT RI. Ditambah lagi diadakan banyak perlombaan yg sebenarnya hadiahnya biasa2 aja, tapi meriahnya luar biasa. Antusias dari masyarakat yg tinggi membuat suasana menjadi meriah.

Blm lagi ketika tanggal 17 Agustus nya, diadakan upacara bendera peringatan 17 Agustus, bener2 syahdu. Rasa bangga yg luar biasa ketika menjadi pembaca UUD 45 atau menjadi anggota tim pengibar bendera. Luar biasa gema kemerdekaan pada saat itu.

Seperti tahun2 sebelumnya, Bandara Raja Haji Fisabilillah juga mempersiapkan diri dalam menyambut hari kemerdekaan RI. Panitia telah dibentuk, kegiatan telah dijadualkan, tim upacara hari kemerdekaan pun telah dibentuk, dari pengibar bendera, pembaca UUD 45, dan lain2 nya telah siap.


Semoga cuaca mendukung, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala.

Monday, August 12, 2013

29 Tahun Angkasa Pura II

Hari ini 29 tahun yg lalu, Angkasa Pura II berdiri. Berawal dari hanya mengelola Bandara Udara Kemayoran Jakarta, kini telah memiliki 12 cabang di Indonesia bagian barat. Sudah banyak yg diberikan oleh Angkasa Pura II kepada bangsa ini dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya yaitu operator dan juga pengguna jasa penerbangan.

29 tahun bukanlah waktu yg singkat dalam kehidupan apalagi untuk sebuah perusahaan. Sudah cukup matang dalam memberikan hal yg terbaik untuk negeri ini. Walau begitu, masih banyak yg harus diperbaiki. Dari segi pelayanan dan fasilitas.


Selamat ulang tahun Angkasa Pura II, tingkatkan terus pelayanan dan fasilitas  dalam mengelola bandar udara sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik agar mampu bersaing di dunia internasional...


Saturday, August 10, 2013

Low Cost Carrier

Kata2 yg satu ini mulai terdengar marak di negeri kita di awal tahun 2000an. Penerbangan berbiaya murah yg mengejar segmen pasar menengah kebawah walaupun pada pelaksanaannya banyak juga kalangan menengah keatas yg menggunakannya. Namanya jg barang murah, siapa aja ya mau. Ane juga kalo bepergian pake pesawat udara, kalo bisa gratis ya gratis bro, kan lumayan duitnya bisa ditabung dipake buat beli tanah sama rumah plus mobilnya.

Kenapa sih koq bisa muncul ide Low Cost Carrier? Persaingan bisnis awalnya. Tiket pesawat udara yg terlalu mahal, ditambah lagi dengan tingkat persaingan antar maskapai penerbangan yg kiat ketat, seketat celana dinas ane sebelum masuk bulan puasa kemaren menyebabkan beberapa maskapai penerbangan menerapkan strategi ini untuk meningkatkan jumlah penumpang dengan mengurangi pelayanan yg bisa dikatakan tidak begitu penting.

Misalnya untuk penerbangan full service, kita mendapatkan fasilitas makanan plus minuman, ditambah bagasi gratis hingga 25 kg, blm lg tersedia fasilitas wifi gratis di pesawat, display monitor untuk nonton film plus mendengarkan musik, ditambah lagi fasilitas  kelas eksekutif, dan lain2 yg menyebabkan biaya penerbangan menjadi mahal.

Lha, kalo low cost carrier gimana? Pada penerbangan berbiaya murah alias low cost carrier, fasilitas bagasi tidak ada, kalaupun kita terpaksa bawa bagasi, kita dikenakan biaya tersendiri. Lho, malah mahal downk...??? Sapa suruh bawa bagasi...!!! Fasilitas makanan dan minuman juga tidak diberikan pada penerbangan tersebut. Lha kalo lapar gimana? Ya puasa lah... :p

Makanan dan minuman tetep ada, tapi ya itu, bayar. Jadi sebenarnya ya sama aja, hanya tiketnya aja yg lebih murah dengan fasilitas seadanya namun tetap sesuai dengan peraturan penerbangan. Dalam hal ini bukan berarti fasilitas keselamatan tidak terpenuhi. Justru fasilitas keselamatan tetap nomer satu hanya kenyamanan saja yg dikurangi disesuaikan dengan biaya yg kita keluarkan.

Jadi sebenarnya, low cost carrier adalah pilihan alternatif bagi penumpang dalam bepergian dengan menggunakan pesawat udara. Kita sebagai penumpang harus jeli memilih maskapai penerbangan yg sesuai dengan kebutuhan kita dan tentu saja dengan isi kantong dan juga tingkat urgensi kita masing2 dalam bepergian. Untuk orang2 yg simple dan tidak membutuhkan fasilitas macam2, low cost carrier adalah pilihan terbaik. Namun untuk beberapa kalangan yg ingin bepergian dengan menggunakan fasilitas2 tertentu, penerbangan dengan fasilitas full service adalah pilihan yg bijaksana.

Maskapai penerbangan memberikan pilihan untuk kita, dari harga tiket yg bersaing sampai dengan fasilitas yg disediakan. Tinggal kita sebagai pengguna jasa yg menentukan pilihan disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Friday, August 9, 2013

Tentang "ATC (2)"

Ini tulisan ngelanjutin tulisan ane sebelumnya di bloq sebelumnya juga, judulnya Tentang "ATC (1)" dan juga yg baru ane tulis beberapa waktu yg lalu di bloq ini Menara Control di Bandara. Di dua tulisan tersebut ane hanya memberikan gambaran umum aja tentang profesi ATC atau Air Traffic Controller atau yg bahasa nasionalnya Pemandu Lalu Lintas Udara. Nah di tulisan yg ini, ane mau memberikan sedikit informasi mengenai caranya menjadi seorang petugas lalu lintas udara.

Dimana harus mendaftar, lalu bagaimana caranya, seleksi penerimaannya bagaimana, trus gimana juga dengan kampus, asrama, serta sistem pendidikannya. Biaya pendidikannya berapa dan kalau sudah lulus bekerja dimana, serta yg terakhir bagaimanakah penghasilannya.

Pada awalnya, pendidikan ATC di Indonesia hanya ada satu yaitu di PLP Curug yg berada di Tangerang. PLP (Pendidikan dan Latihan Penerbangan) Curug, atau yg sekarang berganti nama menjadi STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) adalah sebuah sekolah kedinasan milik pemerintah yg menggunakan sistem pendidikan ketarunaan. Nah sekarang penyelenggara pendidikan ATC tidak lagi hanya di STPI Curug saja, tapi sudah ada di Medan, Surabaya, dan juga Makasar dengan nama ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan).

Trus bagaimana cara pendaftarannya? Gampang aja, tinggal buka di website masing2 lembaga pendidikan, atau datang langsung ke lokasi pendaftaran.
Lihat websitenya di :

STPI Curug : stpicurug.ac.id
ATKP Medan : atkapmedan.ac.id
ATKP Surabaya : atkpsby.ac.id
ATKAP Makasar : atkap-makassar.ac.id

Silahkan buka di masing2 website nya, lengkap dari profil sampai dengan fasilitas dan sistem pendidikannya. Sebagai gambaran umum aja, pendidikannya menganut sistem ketarunaan yg tidak hanya mengutamakan aspek akademis namun juga menambahkan aspek kedisiplinan, mental, dan juga kesamaptaan.

Adapun gambaran umum seleksi awal adalah dimulai dari seleksi administratif yg sebenarnya juga sama saja dengan perguruan2 tinggi lainnya, dari mulai mengisi formulir dan melengkapi syarat2 seperti ijazah terakhir, akte kelahiran, fotokopi KTP, pas foto, Surat Keterangan Kelakuan Baik, dan lain2nya. Lolos seleksi administratif, ada seleksi akademis yaitu ujian tertulis. Ujian tertulis ini standard sama dengan ujian masuk sekolah2 setingkat perguruan tinggi. Kalo jaman ane dulu, ada 3 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Inggris dan Fisika. Sekarang ya masih sama kayaknya.

Setelah tes akademis masih ada beberapa tahapan tes lagi yg salah satunya adalah tes kesehatan. Terdiri dari tes urine, tes darah, tes mata, tes buta warna, rontgen, dan tes fisik.
Psikotes menjadi ujian selanjutnya. Gak terlalu susah sih, lantaran sekarang kan banyak panduan ikut psikotes di internet atawa dari buku2 panduan. Tes selanjutnya adalah wawancara. Pada saat wawancara, kita diberi pertanyaan seputar dunia penerbangan dan juga bahasa inggris, untuk mengukur sejauh mana pengetahuan kita tentang dunia penerbangan, kemampuan berbahasa inggris kita dan satu lagi mendeteksi bakat dan minat kita.

Yg terakhir adalah pantukhir alias penentuan akhir, dimana kita bisa diterima atau tidak untuk bergabung menjadi taruna yg akan dididik menjadi seorang ATC yg cakap dan mampu bekerja dengan baik sesuai aturan penerbangan internasional.

Setelah diterima menjadi Taruna di pendidikan tersebut, para siswa diberi asrama, dan wajib tinggal di asrama tersebut. Mereka akan diberi ijin pesiar, atau berlibur ke luar asrama pada saat weekend ataupun libur nasional. Para Taruna dididik secara profesional mengacu pada aturan penerbangan sipil internasiona dan juga dilatih menjadi manusia yg bermental baja, berfisik kuat, yg mampu menghadapi tantangan dalam bekerja di dunia penerbangan. Tidak hanya teori, melainkan juga praktek simulator dan juga praktek lapangan yg langsung terjun ke dunia kerja yg sebenarnya dibawah bimbingan senior2 mereka di lapangan agar kelak mampu menjadi insan penerbangan yg handal.

Pendidikan ATC diawali dengan JATC atau Junior Air Traffic Controller, jejang terendah dalam karir seorang ATC. Lulus pendidikan JATC, seorang ATC berhak mendapatkan JATC License sebagai dasar dia bekerja dan mendapatkan Rating Aerodrome Control Tower (ADC). ATC baru tidaklah serta merta bisa langsung bekerja, melainkan harus mengikuti ujian untuk mendapatkan rating tempat dia bekerja.

Jenjang selanjutnya adalah SATC atau Senior Air Traffic Controller, dimana setelah lulus ATC mendapatkan SATC License. Rating yg bisa didapatkan adalah APP (Approach Control Office) non Radar dan ACC (Area Control Center) non Radar. Yaitu wilayah kerja yg lebih luas dari ADC dimana kalau ADC hanya mengatur pergerakan pesawat di visinity of aerodrome atau pergerakan pesawat di bandara atau di udara namun masih dapat dilihat oleh mata telanjang. Sedangkan APP non Radar dan ACC non Radar mengatur pergerakan pesawat di ruang udara yg sudah ditetapkan dengan batasan2 tertentu dan pastinya diluar jangkauan mata manusia.

Masih ada beberapa Rating yg bisa didapatkan seorang Air Traffic Controller, salah satunya adalah Rating Radar. Dimana untuk mendapatkannya, seorang ATC harus menempuh pendidikan setidaknya 3 bulan. Radar adalah teknologi yg membuat kerja seorang ATC menjadi mudah lantaran pesawat yg dipandu bisa dilihat di display dan bisa dideteksi arah pergerakannya, kecepatan dan ketinggiannya.

Tugas utama seorang ATC adalah mencegah terjadinya tabrakan antar pesawat, baik itu dengan sesama pesawat, ataupun dengan benda2 lain di darat seperti mobil, atau bisa juga bukit dan gunung. Ditambah lagi seorang ATC harus bisa memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga efisiensi pergerakan pesawat sehingga tercipta penerbangan yg selamat, aman dan bahkan hemat energi. Tidak hanya itu, ATC juga memberikan Alerting Service dimana keselamatan pesawat dijaga semaksimal mungkin termasuk apabila terjadi hal2 yg tidak diinginkan seperti accident dan incident.


ATC dituntut bekerja sangat profesional, lantaran pekerjaannya yg menyangkut nyawa banyak orang. Maka dari itu tidaklah mudah menjadi seorang ATC. Dari awal seleksi masuk ke pendidikan, ditambah lagi dengan materi pendidikan yg berat. Dan setelah lulus dari pendidikan, ATC tidaklah langsung bisa bekerja, melainkan harus mengikuti ujuan mendapatkan rating sesuai dengan ilmu yg dimiliki dan kondisi di lapangan.

Ujian License dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh regulator ditambah ujian rating yg harus terus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Tidak hanya itu, ATC aktif juga harus mengikuti ujian standard bahasa inggris penerbangan dan setiap tahunnya ATC harus mengikuti tes kesehatan. Ini semua dilakukan demi mendapatkan ATC yg bisa bekerja sesuai dengan aturan internasional yg dikeluarkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) sebuah organisasi Penerbangan Sipil Internasional yg sudah diratifikasi oleh Indonesia yg mengatur seluruh aturan penerbangan bagi negara anggotanya.


Lalu setelah lulus dari pendidikan, dimanakah ATC bekerja? Dalam hal ini siapakah penyelenggara pelayanan lalu lintas udara? Beberapa waktu yg lalu telah terbentuk sebuah badan hukum berbentuk Perum yg akan menjadi pemeran tunggal penyelenggara pelayanan lalu lintas udara di Indonesia. Adalah AirNav Indonesia yg menjadi penyelenggara tunggal pelayanan lalu lintas udara di Indonesia.

Untuk masalah salary, ane rasa agak tabu kalo disebutin nominalnya. Tapi yg jelas tidak ada satupun ATC di Indonesia yg hidupnya susah. Alhamdulillah baik yg di daerah maupun yg di kota besar bisa dikatakan bahagia. Karena menurut pendapat ane, berapapun gaji yg kita terima, kembali kepada kita masing2 dalam mengolahnya, kembali kepada kita masing2 dalam mensyukurinya.

Inilah sekelumit gambaran yg bisa ane bagi kepada ente2 pada penggemar ane tentang seperti apa ATC itu dan bagaimana caranya supaya bisa menjadi ATC.

Terima kasih buat adik ane yg paling judes sedunia (Afin Hananiyah) yg telah memberikan banyak inspirasi, masukan, dan semangat kepada ane untuk tulisan ane yg gak seberapa ini. Semoga bermanfaat terutama bagi para calon ATC yg siap bekerja demi Merah Putih memberikan pelayanan terbaik terhadap keselamatan penerbangan...




Tuesday, August 6, 2013

Lebaran...


Gema takbir berkumandang, manusia bersuka cita meraih kemenangan, menyambut datangnya hari yg fitri, hari yg dinanti nantikan setelah sebulan lamanya berpuasa menahan hawa nafsu, menjaga hati dan pikiran. Saling berjabat tangan saling berma’afan. Berkunjung ke sanak saudara dan juga teman2. Berkirim ma’af melalui sms, bbm, dan juga jejaring sosial. Semua kembali menjadi fitri.

Lebaran menjadi hari yg paling dinantikan, libur kerja, berkumpul bersama keluarga dan teman2, mudik, baju baru, cat rumah baru, ketupat, opor ayam, krupuk, dan yg pasti semua saling mema’afkan. Lebaran adalah hari dimana semua dendam menjadi luntur, semua salah dan khilaf dima’afkan, bahkan Gayus Tambunan pun dapat remisi pengurangan hukuman dari pemerintah.

Yg pasti semua gembira menyambut lebaran, terharu bisa berkumpul dengan keluarga, bersedih karena meninggalkan bulan Ramadhan yg penuh kebaikan. Alhamdulillah, lebaran menyatukan semua yg sempat terpisahkan, mengumpulkan yg sempat berjauhan, mema’afkan semua yg terkhilafkan, tapi tidak bisa memutihkan hutang. Lebaran ya lebaran, hutang ya hutang, tetep mesti dibayar.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H, mohon ma’af lahir dan bathin. Semoga amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT baik di dunia dan akhirat.  Dan semoga kita masih bisa bertemu dengan indahnya Bulan Ramadhan dan Lebaran di tahun2 mendatang. Amin...

Sunday, August 4, 2013

Good Bye Polonia

Tepat tanggal 24 Juli 2013 pukul 23:59 WIB, masa bakti Bandara Internasional Polonia Medan resmi berakhir dan digantikan oleh Bandara Internasional Kuala Namu yg lebih besar dan modern. Bandara Polonia yg sudah uzur tidak dapat dikembangkan lagi lantaran luas lahan yg terbatas dan posisinya yg tepat di tengah kota Medan.


Jumlah penerbangan yg semakin meningkat pesat mengakibatkan arus penumpang dan barang yg melalui Bandara Polonia membludak dan gak sanggup ditampung lagi. Ruang tunggu yg penuh sesak mengurangi rasa nyaman pengguna jasa Bandara yg sebenarnya berhak mendapatkan kenyamanan lantaran sudah membayar Airport Tax.

3S-1C atau Safety, Security, Service, dan Compliance atau dalam bahasa keseharian kita adalah, Keselamatan, Keamanan, Pelayanan, dan Kenyamanan sudah tidak dapat diterapkan lagi. Padahal penumpang sudah membayar Airport Tax, padahal Airline juga sudah membayar route charge. Belum lagi pihak2 yg punya usaha di Bandara seperti rumah makan, kargo dan lain2nya sudah membayar sesuai ketentuan yg berlaku. Tapi bagaimana lagi, Polonia sudah mentok, tidak bisa dikembangkan lagi. Solusi yg terbaik adalah pindah Bandara ke lokasi yg lebih luas dan itu adalah Kuala Namu.

Ane juga pernah menjadi salah satu pengguna jasa Bandara Polonia dan terakhir bulan Juni 2013 yg lalu. Kalo dihitung berapa kalinya, udah lupa, soalnya lumayan sering. Jadi banyak juga kenangan ane di Polonia, termasuk bulan Desember 2012 yg mengharuskan ane transit di Polonia hampir 7 Jam.

Ane juga ingat, dan mungkin ente2 pada malah lebih tau kalau beberapa tahun yg lalu, Bandara Polonia pernah mengalami kebakaran. Bahkan pada saat itu Direktur Operasi PT Angkasa Pura II langsung mengundurkan diri lantaran merasa gagal dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa Bandara Polonia. Dan kejadian kebarakan di Bandara Polonia bukan lah sekali, tapi sebelumnya juga pernah, cuma ane kurang begitu ingat waktunya lantaran juga sudah lama terjadi.

Tidak hanya kekurangan saja yg harus kita lihat dari Bandara Polonia ini, tapi juga jasanya yg cukup besar termasuk pada saat terjadinya Tsunami di Aceh pada tahun 2004. Bandara Polonia menjadi Bandara tersibuk yg disinggahi pesawat2 luar maupun dalam negri yg membawa bantuan kemanusiaan. Termasuk juga ane yg sempet transit di Polonia waktu tugas ke Aceh pada saat itu.


Selamat tinggal Bandara Polonia, terima kasih atas jasamu dalam perkembangan dunia penerbangan di Indonesia khususnya di Indonesia Barat....

Friday, August 2, 2013

Tips Bepergian dgn Pesawat Udara

Sebagai seorang yg lumayan sering bepergian dengan pesawat udara, ane punya tips yg sedikit bisa membantu ente2 pada penggemar ane. Tips yg sebenarnya sepele namun berguna sekali dalam keadaan tertentu.

Yg pertama kita awali dari beli tiket...
Sebelum kita membayar tiketnya, periksa dan baca baik2 tanggal dan jam keberangkatan serta tujuan penerbangan kita. Sepele, tapi banyak kejadian penumpang ketinggalan pesawat gara2 kurang peduli terhadap jam keberangkatan. Atau yg paling parah adalah salah tujuan. Lho...??? Koq bisaaaa...??? Buktinya pernah beberapa kali kejadian, penumpang tujuan Pangkalpinang eh turunnya ke Tanjungpinang. Konyol banget kan...

Check In...
Dua jam sebelum keberangkatan biasanya Check In Counter baru dibuka. Tapi intuk Bandara2 besar seperti Soekarno Hatta dari pagi pun sudah bisa Check In untuk penerbangan sore.

Seat...
Biasanya pada saat Check In, kita bisa minta tempat duduk yg kita inginkan kepada petugas, dalam hal ini kalau masih kosong. Misalnya kita ingin duduk di dekat jendela atau di dekat lorong, atau malah ingin di depan atau di belakang, bahkan bila kita ingin duduk di dekat emergency exit window dengan konsekuensi harus siap membantu kru apabila terjadi accident.

Bagasi...
Demi menjaga keamanan barang2 bawaan yg harus masuk ke bagasi, perlu diperhatikan packingnya. Jangan asal2an menghindari barang rusak ataupun hilang. Memang sih ada aturan yg  mengharuskan maskapai penerbangan mengganti barang kit yg rusak ataupun hilang, tapi kan kita jadi repot kehilangan waktu disaat mengurusnya.

Barang bawaan ke kabin...
Untuk barang2 yg harus kita bawa masuk ke kabin semisal laptop, setidaknya kita tempatkan di tempat atau tas yg tidak terlalu besar. Karena kalau terlalu besar, bakalan disuruh masuk ke bagasi oleh petugas.

Yg paling sepele...
Untuk barang bawaan yg masuk ke kabin, setidaknya kita masukkan juga pakaian minimal satu stel. Apa gunanya? Terkadang ada keadaan yg memaksa pesawat harus divert alias mendarat di Bandara Alternatif yg mengharuskan kita bermalam disana. Dengan membawa pakaian di tas yg kita bawa ke kabin, kita tidak perlu repot2 ngurus bagasi untuk mengambil pakaian.

Melawan suntuk...
Tergantung apa yg kita suka selama itu tidak menggnggu keselamatan penerbangan dan tidak mengganggu penumpang yg lain. Misalnya bawa bacaan, ipon, walkman, dan lain2.


Semoga bermanfaat...

Menara Control di Bandara

Beberapa dari kita kerap bepergian dengan menggunakan pesawat udara. Moda transportasi yg satu ini sedang tumbuh dengan pesatnya. Arus penumpang dan barang yg menggunakan jasa trasportasi udara selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Tahukan ente2 pada, bahwa di Bandara ada sebuah bangunan tinggi yg berbentuk menara berdiri di tempat yg paling strategis. Dikelilingi pagar dan dijaga oleh sekurity dan bahkan di daerah2 tertentu dijaga oleh Tentara.

Bangunan itu adalah Menara Control, tempat dimana para Petugas Pemandu Lalu Lintas Udara bekerja demi kelancaran dan keselamatan penerbangan. Tidak banyak yg tahu, bahwa sebenarnya pesawat yg kita tumpangi itu tidaklah sendirian di atas sana, melainkan ada Petugas Pemandu Lalu Lintas Udara yg selalu setia menemani dan menjaga penerbangan kita agar efisien dan selamat sempai tujuan.

Lho...??? Memangnya apa tugas mereka? Bagaimana mereka bisa menemani kita yg berada di pesawat yg sedang mengudara, sedangkan mereka hanya berada di Menara dan tidak ikut kita terbang.

Pemandu Lalu Lintas Udara adalah salah satu petugas yg punya peran vital di dunia penerbangan. Kalo selama ini banyak dari kita hanya mengetahui tentang Pilot, Pramugari dan Teknisi Pesawat atau Petugas Tiketing, ane jelasin sebenarnya ada lagi yg punya pengaruh besar dalam penerbangan, dialah Petugas Pemandu Lalu Lintas Udara atau biasa kita sebut ATC. (Tentang "ATC (1)").

Di Menara Control, ATC berperan dalam memberikan ijin kepada pesawat dari mulai push back, start engine, taxi, sampai dengan take off. Selain itu ATC juga memberikan segala informasi yg dibutuhkan pesawat, misalnya informasi cuaca, kejadian di bandara keberangkatan maupun bandara tujuan, dan lain2. Tidak hanya itu, ATC juga mengatur pergerakan pesawat baik di darat maupun di udara agak tidak mengalami tabrakan baik itu dengan sesama pesawat maupun benda2 lain yg bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

Tidak hanya itu, ATC juga memberikan pelayanan SAR atau Search and Rescue. ATC memberikan pelayanan terbaik terhadap pesawat agar sampai di tujuan dengan selamat. Itulah sekelumit gambaran yg bisa ane berikan agar bisa sedikit menambah wawasan kita di dunia penerbangan. Semoga bermanfaat.

Selamat Datang Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisbilillah...

Setelah melalui persiapan yg lumayan panjang, akhirnya hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2013, pesawat Boeing 737 seri 300 Garuda Indonesia mendarat dengan sukses dan membawa harapan baru di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Pesawat dengan registrasi PKGGE dan nomor penerbangan GA286 sukses mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah pada pukul 06:46 WIB dan disambut dengan Ceremonial Water Salute oleh dua unit mobil pemadam kebakaran milik PT Angkasa Pura II Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.


Segenap Kru dan Penumpang disambut dengan kalungan bunga dan ceremonial adat Melayu Tanjungpinang. Masyarakat Tanjungpinang yg diwakili oleh Gubernur HM Sani menyambut baik kedatangan Garuda Indonesia di Bumi Segantang Lada. Dengan masuknya Garuda Indonesia ke Tanjungpinang, maka semakin banyak pilihan bagi penumpang untuk berangkat ke Jakarta selain terbang dengan Sriwijaya Air dan Lion Air.


Semoga dengan bertambahnya maskapai penerbangan yang masuk ke Tanjungpinang, bertambah cepat pula pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Tanjungpinang yang secara otomatis menambah penghasilan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...