Tuesday, June 27, 2017

Balon Udara Tanpa Awak, antara "Tradisi", "Keindahan" dan "Bahayanya"

Lagi viral neh, Balon Udara Tanpa Awak yg mengganggu keselamatan penerbangan. Beberapa hari yg lalu, di salah satu Grup WA yg ane ikuti, dibahas habis2an masalah bahaya balon udara tanpa awak terhadap keselamatan penerbangan. Dan ternyata beberapa saat kemudian, beritanya muncul di tipi nasional.

Jadi ceritanya gini, di beberapa daerah di Jawa Tengah, ada tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak sebagai kegiatan menyambut lebaran. Seru banget sih, apalagi balon udara tanpa awak tersebut besar dan berwarna-warni. Begitu indah dipandang.

Namun dibalik keindahan tersebut, ternyata balon udara tanpa awak tersebut tidak dapat dikendalikan dan tidak dapat diprediksi kemana arah dan tujuannya. Yg jelas, kemana angin berhembus, kesanalah balon tersebut terbang. Sebenarnya apa sih bahayanya balon udara tanpa awak tersebut terhadap keselamatan penerbangan? Yuk kita bahas bersama-sama...

Balon udara tanpa awak tersebut, konon kabarnya terbuat dari bahan parasit yg tidak mudah rusak, berukuran lumayan besar, mampu terbang mencapai ketinggian 28.000 kaki dimana di ketinggian tersebut, banyak dilewati oleh pesawat terbang. Balon udara tanpa awak tersebut tidak dapat dikendalikan dan dipresiksi kemana arah dan tujuannya.

Bahayanya terhadap pesawat terbang adalah :

Jika tertabrak bodi pesawat, selain merusak bodi pesawat, pada bodi pesawat terdapat beberapa peralatan komunikasi, navigasi dan surveilance. Lha kalo peralatan tersebut terganggu atau rusak, dah jelas pesawat dalam bahaya. 

Kalo masuk ke mesin, udah jelas mengganggu kerja mesin bahkan lebih parah lagi mesin bisa mati, terbakar, dan... (ane merinding...)

Kalo kena sayap, (juga parah) mengganggu sistem kemudi yg membuat pesawat tidak dapat bermanuver. Kan yg buat pesawat bisa terbang dan bermanuver adalah sayapnya dengan segala peralatan pendukungnya.

Lebih parah lagi kalo sempet nyangkut di kokpit pesawat dan menutup pandangan Pilot pesawat. (Trus Pilot e kudu piye...???)

Lha, trus gimana? Ini kan tradisi, kearifan lokal, masa iya dilarang-larang...???

Menurut ane, tetep ada solusinya...

Aturannya ada di CASR (Civil Aviation Safety Regulation) Part 101, "Moored Balloons, Kites, Unmanned Rockets and Unmanned Free Balloons"

Disitu disampaikan dengan jelas aturan main dan batasan2nya. Berarti harus ada sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat termasuk kepada aparat pemerintah dan juga penegak hukum. Kalo ini sejalan, maka tradisi tetap bisa dilaksanakan dan keselamatan penerbangan juga tetap terjamin.

Mohon ma'af temen2 semua, sebangsa dan setanah air, ane bukan ahlinya dunia penerbangan, tapi minimal dengan tulisan ane yg gak seberapa ini, ane bisa mengingatkan sodara2 sekalian tentang keselamatan penerbangan. Lebih baik mencegah daripada mengobati...

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua...

Antara Libur dan Lembur

Dalam tulisan ini ane sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas di lapangan, khususnya Airnav Indonesia, yg lembur dan rela tidak berlebaran bersama keluarga demi memberikan pelayanan navigasi penerbangan kepada pesawat2 yg membawa para pemudik terbang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga dan handai taulan. Sudah menjadi kewajiban kami untuk bekerja memberikan pelayanan navigasi penerbangan kapanpun dan dimanapun di seluruh Indonesia.

Coba bayangkan, kalo kami ikutan libur dan mudik...??? Trus sopo sing memandu pesawate? hihihi...

Ane do'akan kepada temen2 yg ngelembur, mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT di dunia dan akhirat. Untuk para pemudik, ane sampaikan selamat mudik, selamat berlebaran berkumpul dengan keluarga, semoga Allah senantiasa melindungi perjalanan anda, selamat sampai tujuan dan kembali ke kota tempat bekerja dengan selamat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1438 H, mohon ma'af lahir dan bathin...

Wednesday, June 21, 2017

Airnav TNJ, Buka Puasa bersama Anak2 Panti Asuhan Bina Insani

Alhamdulillah, Airnav TNJ melaksanakan buka puasa bersama anak2 Panti Asuhan Bina Insani Tanjungpinang, berbagi kebahagiaan, mempererat tali silaturrahmi, meningkatkan keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Acara dilaksanakan di Panti Asuhan Bina Insani Tanjungpinang pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2017 dan dihadiri segenap Karyawan Airnav TNJ beserta keluarga termasuk anak2 dan pengurus Panti Asuhan Bina Insani.













Thursday, June 1, 2017

Upacara Hari Pancasila di Bandara RHF

Kamis, 1 Juni 2017, Upacara Hari Pancasila di Bandara RHF. Walaupun agak2 gerimis mengundang, namun upacara tetap berjalan dengan lancar. Semua peserta, baik dari Angkasa Pura RHF maupun Airnav TNJ mangikuti upacara dengan tertib. Upacara dimulai sekitar pukul 8 pagi dengan inspektur upacara Bapak GM AP2 RHF.

Sebelum Upacara dimulai...

Penghormatan kepada Sang Merah Putih

Pak Yogi, GM AP2 RHF

Agak2 gerimis, namun alhamdulillah berjalan dengan tertib dan lancar

Buka Bersama ATC Tanjungpinang 2017

Alhamdulillah, bulan suci Romadhon tlah tiba, saatnya kita mensucikan diri dengan ibadah puasa Romadhon. Menjaga hati, menjaga ucapan dan perbuatan. Menahan hawa nafsu dan menjalankan ibadah serta mempererat tali silaturrahim... 

ATC Tanjungpinang melaksanakan kegiatan buka puasa bersama pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017 dan seperti tahun lalu, lokasinya masih sama. Namun tahun ini personil yg bisa bergabung menurun drastis lantaran banyak yg sedang melaksanakan pendidikan dan dinas luar.

Sedikit atau banyak, yg penting silaturrahim tetap terjaga...

habis makan, ngobrol2 dulu...

ada yg telat dateng, tapi masih kebagian koq...

suasana penuh kekeluargaan...

ada juga yg banyak gaya... xixixi...

sebelum pulang, poto bersama...

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...