Monday, September 9, 2013

Delay

Hal yg paling tidak diharapkan oleh penumpang dikala bepergian dengan menggunakan jasa angkutan udara. Apapun itu, yg namanya delay pasti gak enak. Apalagi kalo kita bepergian menggunakan pesawat udara. Terkadang rencana bisa batal gara2 pesawat yg kita tumpangi mengalami keterlambatan.

Tapi perlu kita ketahui juga, bahwasanya delay itu tidaklah murni hanya kesalahan Maskapai Penerbangan. Inilah yg bakal kita bahas kali ini. Kalo pesawat rusak, atau mengalami masalah operasional yg menyebabkan jadual penerbangan harus ditunda, memang, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Maskapai Penerbangan yg bersangkutan. Dan pemerintah juga sudah mengeluarkan aturan yg berisi apa2 saja yg menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan disaat pesawat mengalami keterlambatan. Misalnya kalo terlambat sekian menit, Maskapai Penerbangan harus menyediakan makanan kecil untuk penumpang. Lalu kalo sekian menit harus bagaimana, semua ada bahkan sampai menyiapkan konpensasi uang Rp 300 rebu untuk keterlambatan lebih deri sekian jam. Dan lain sebagainya.

Lha, trus apa2 aja yg menjadi penyebab keterlambatan pesawat yg memang bukan sepenuhnya kesalahan dari Maskapai Penerbangan...??? Yuk, kita bahas satu per satu. Ane akan ambil contoh kejadian2 yg terjadi di Bandara Raja Haji Fisabililah,  dan beberapa kejadian yg ane alami atau saksikan sendiri yg terjadi di Bandara lain.

Beberapa kali ane lihat, pesawat sudah boarding, penumpang belum datang. Dan untuk memberikan pelayanan terbaik, terkadang Maskapai Penerbangan rela menunggu beberapa menit sampai penumpang itu datang. Padahal kan ada aturannya bahwa check in ditutup 30 menit sebelum keberangkatan. Dan perlu diketahui juga bahwa pesawat itu terbang gak cuma Tanjungpinang – Jakarta trus parkir nunggu besok berangkat lagi, gak gitu Cuy. Begitu landing Jakarta, pesawat bakal terbang lagi ke Bandara lain semisal ke Surabaya, trus lanjut ke Makassar, trus lanjut ke Manado misalkan, trus lanjut ke Jayapura. Lha kalo di setiap bandara pesawat mesti delay gara2 nunggu penumpang yg telat datang, semisal 15 menit aja, berarti pesawat tiba di tujuan yg terakhir di Jayapura bisa terlambat satu jam lebih kan. Itu kalo penumpang biasa, lha gimana lagi kalo penumpangnya adalah pejabat? Tidak bisa dipungkiri, bisa lebih dari 15 menit nunggunya. Ini fakta Cuy, bukan mengada-ngada. Kenyataan yg mau gak mau harus diakui.

Itu baru urusan nunggu penumpang, ada lagi Cuy yg gak bisa dihindari yaitu dikala pesawat harus antri untuk mendarat di Bandara2 besar yg padat traffic nya seperti di Jakarta. Lha di Cengkareng itu runway nya cuma dua, yg mau mendarat banyak, yg mau lepas landas juga banyak, mau gak mau kan mesti ngantri. Coba deh bayangin, kalo satu pesawat menggunakan runway memakan waktu 3 menit, lha kalo ada sepuluh pesawat yg akan menggunakan runway, artinya kan pesawat yg kesepuluh terdelay 30 menit.

Belum lagi kalo ternyata di bandara keberangkatan atau Bandara tujuan ada kejadian penting, seperti latihan militer, pergerakan VIP (Presiden atau Wapres), Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat, dan lain2 yg menyebabkan penerbangan harus ditunda. Masih ada lagi Cuy hal yg bisa menyebabkan pesawat delay, misalkan runway rusak karena suatu hal semisal kesamber petir, runway banjir, terjadi bencana alam yg menyebabkan runway gak bisa dipake, atau cuaca buruk dan juga kabut asap yg menyebabkan jarak pandang berkurang.

Terkadang kita sebagai pengguna jasa penerbangan, dalam hal ini sebagai penumpang, menjadi marah, kesel, sebel gara2 pesawat yg kita tumpangi harus delay. Tapi kita sendiri gak mau tau kesulitan yg dihadapi oleh Maskapai Penerbangan. Padahal sebenarnya yg rugi gak hanya kita para penumpang yg terhormat, tapi juga Maskapi Penerbangan termasuk juga Kru Pesawat. Lha kita sampe tujuan langsung bisa istirahat, kalo Kru Pesawat kan gak istirahat, masih harus terbang lagi ke tujuan lain beserta penumpang yg lain lagi. Wajar sih kalo kita kecewa, kita kan dah beli tiket mahal2, maunya ya dapet pelayanan terbaik downk. Ya cuma kita mesti ngeti juga, masih ada orang2 yg lebih lelah dari kita.

Ini tulisan bukannya mau ngebelain Maskapai Penerbangan atawa Kru Pesawat, tapi tujuan ane hanya ingin menambah cakrawala kita terhadap hal2 seperti ini agar kita semakin dewasa dalam menghadapi kejadian2 yg tidak kita harapkan ini. Bukan malah jadi provokator yg justru membuat keruh suasana. Pemerintah sudah membuat aturan, Maskapai Penerbangan harus mentaatinya. Emangnya kalo kita marah2 trus bakar counter chek in, pesawatnya jadi tepat waktu? Ya gak juga Cuy, gak ngaruh, malah bisa jadi gak terbang sama sekali ngurusin chek in counter yg kobong karena kita bakar. Tidak semua keterlambatan adalah kesalahan Maskapai Penerbangan.

Trus gimana kalo ternyata ada Maskapai Penerbangan yg nakal, yg tidak mematuhi aturan yg telah dibuat pemerintah? Solusinya tetep ada, kita bisa melaporkan kejadian ini ke petugas di Bandara yg memang sudah diberi wewenang untuk mengawasi hal2 seperti ini. Ambil contoh di Bandara Raja Haji Fisabilillah, ditempel nomor telepon petugas yg bertanggung jawab untuk menyelesaikan hal2 seperti ini. Atau juga bisa kita beri masukan dan komplain melalui kotak saran yg memang sudah disediakan pihak Maskapai Penerbangan ataupun Bandara.

Nah, gitu Cuy. Jadi jangan langsung emosi dan ngomel2 ke petugas dari Maskapai Penerbangan. Marah dan kecewa itu wajar, namun tidak seharusnya diluapkan dengan sembarangan. Penumpang ingin mendapatkan pelayanan yg terbaik, dan Maskapai Penerbangan sudah pasti ingin memberikan pelayanan yg terbaik agar tidak ditinggalkan oleh pelanggannya. Dan jangan lupa, ada Regulator yg memberikan pengawasan dan saksi bila terjadi penyimpangan, yaitu pemerintah.

Semoga tulisan ini bermanfaat...

No comments:

Post a Comment

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...