Friday, August 9, 2013

Tentang "ATC (2)"

Ini tulisan ngelanjutin tulisan ane sebelumnya di bloq sebelumnya juga, judulnya Tentang "ATC (1)" dan juga yg baru ane tulis beberapa waktu yg lalu di bloq ini Menara Control di Bandara. Di dua tulisan tersebut ane hanya memberikan gambaran umum aja tentang profesi ATC atau Air Traffic Controller atau yg bahasa nasionalnya Pemandu Lalu Lintas Udara. Nah di tulisan yg ini, ane mau memberikan sedikit informasi mengenai caranya menjadi seorang petugas lalu lintas udara.

Dimana harus mendaftar, lalu bagaimana caranya, seleksi penerimaannya bagaimana, trus gimana juga dengan kampus, asrama, serta sistem pendidikannya. Biaya pendidikannya berapa dan kalau sudah lulus bekerja dimana, serta yg terakhir bagaimanakah penghasilannya.

Pada awalnya, pendidikan ATC di Indonesia hanya ada satu yaitu di PLP Curug yg berada di Tangerang. PLP (Pendidikan dan Latihan Penerbangan) Curug, atau yg sekarang berganti nama menjadi STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) adalah sebuah sekolah kedinasan milik pemerintah yg menggunakan sistem pendidikan ketarunaan. Nah sekarang penyelenggara pendidikan ATC tidak lagi hanya di STPI Curug saja, tapi sudah ada di Medan, Surabaya, dan juga Makasar dengan nama ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan).

Trus bagaimana cara pendaftarannya? Gampang aja, tinggal buka di website masing2 lembaga pendidikan, atau datang langsung ke lokasi pendaftaran.
Lihat websitenya di :

STPI Curug : stpicurug.ac.id
ATKP Medan : atkapmedan.ac.id
ATKP Surabaya : atkpsby.ac.id
ATKAP Makasar : atkap-makassar.ac.id

Silahkan buka di masing2 website nya, lengkap dari profil sampai dengan fasilitas dan sistem pendidikannya. Sebagai gambaran umum aja, pendidikannya menganut sistem ketarunaan yg tidak hanya mengutamakan aspek akademis namun juga menambahkan aspek kedisiplinan, mental, dan juga kesamaptaan.

Adapun gambaran umum seleksi awal adalah dimulai dari seleksi administratif yg sebenarnya juga sama saja dengan perguruan2 tinggi lainnya, dari mulai mengisi formulir dan melengkapi syarat2 seperti ijazah terakhir, akte kelahiran, fotokopi KTP, pas foto, Surat Keterangan Kelakuan Baik, dan lain2nya. Lolos seleksi administratif, ada seleksi akademis yaitu ujian tertulis. Ujian tertulis ini standard sama dengan ujian masuk sekolah2 setingkat perguruan tinggi. Kalo jaman ane dulu, ada 3 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Inggris dan Fisika. Sekarang ya masih sama kayaknya.

Setelah tes akademis masih ada beberapa tahapan tes lagi yg salah satunya adalah tes kesehatan. Terdiri dari tes urine, tes darah, tes mata, tes buta warna, rontgen, dan tes fisik.
Psikotes menjadi ujian selanjutnya. Gak terlalu susah sih, lantaran sekarang kan banyak panduan ikut psikotes di internet atawa dari buku2 panduan. Tes selanjutnya adalah wawancara. Pada saat wawancara, kita diberi pertanyaan seputar dunia penerbangan dan juga bahasa inggris, untuk mengukur sejauh mana pengetahuan kita tentang dunia penerbangan, kemampuan berbahasa inggris kita dan satu lagi mendeteksi bakat dan minat kita.

Yg terakhir adalah pantukhir alias penentuan akhir, dimana kita bisa diterima atau tidak untuk bergabung menjadi taruna yg akan dididik menjadi seorang ATC yg cakap dan mampu bekerja dengan baik sesuai aturan penerbangan internasional.

Setelah diterima menjadi Taruna di pendidikan tersebut, para siswa diberi asrama, dan wajib tinggal di asrama tersebut. Mereka akan diberi ijin pesiar, atau berlibur ke luar asrama pada saat weekend ataupun libur nasional. Para Taruna dididik secara profesional mengacu pada aturan penerbangan sipil internasiona dan juga dilatih menjadi manusia yg bermental baja, berfisik kuat, yg mampu menghadapi tantangan dalam bekerja di dunia penerbangan. Tidak hanya teori, melainkan juga praktek simulator dan juga praktek lapangan yg langsung terjun ke dunia kerja yg sebenarnya dibawah bimbingan senior2 mereka di lapangan agar kelak mampu menjadi insan penerbangan yg handal.

Pendidikan ATC diawali dengan JATC atau Junior Air Traffic Controller, jejang terendah dalam karir seorang ATC. Lulus pendidikan JATC, seorang ATC berhak mendapatkan JATC License sebagai dasar dia bekerja dan mendapatkan Rating Aerodrome Control Tower (ADC). ATC baru tidaklah serta merta bisa langsung bekerja, melainkan harus mengikuti ujian untuk mendapatkan rating tempat dia bekerja.

Jenjang selanjutnya adalah SATC atau Senior Air Traffic Controller, dimana setelah lulus ATC mendapatkan SATC License. Rating yg bisa didapatkan adalah APP (Approach Control Office) non Radar dan ACC (Area Control Center) non Radar. Yaitu wilayah kerja yg lebih luas dari ADC dimana kalau ADC hanya mengatur pergerakan pesawat di visinity of aerodrome atau pergerakan pesawat di bandara atau di udara namun masih dapat dilihat oleh mata telanjang. Sedangkan APP non Radar dan ACC non Radar mengatur pergerakan pesawat di ruang udara yg sudah ditetapkan dengan batasan2 tertentu dan pastinya diluar jangkauan mata manusia.

Masih ada beberapa Rating yg bisa didapatkan seorang Air Traffic Controller, salah satunya adalah Rating Radar. Dimana untuk mendapatkannya, seorang ATC harus menempuh pendidikan setidaknya 3 bulan. Radar adalah teknologi yg membuat kerja seorang ATC menjadi mudah lantaran pesawat yg dipandu bisa dilihat di display dan bisa dideteksi arah pergerakannya, kecepatan dan ketinggiannya.

Tugas utama seorang ATC adalah mencegah terjadinya tabrakan antar pesawat, baik itu dengan sesama pesawat, ataupun dengan benda2 lain di darat seperti mobil, atau bisa juga bukit dan gunung. Ditambah lagi seorang ATC harus bisa memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga efisiensi pergerakan pesawat sehingga tercipta penerbangan yg selamat, aman dan bahkan hemat energi. Tidak hanya itu, ATC juga memberikan Alerting Service dimana keselamatan pesawat dijaga semaksimal mungkin termasuk apabila terjadi hal2 yg tidak diinginkan seperti accident dan incident.


ATC dituntut bekerja sangat profesional, lantaran pekerjaannya yg menyangkut nyawa banyak orang. Maka dari itu tidaklah mudah menjadi seorang ATC. Dari awal seleksi masuk ke pendidikan, ditambah lagi dengan materi pendidikan yg berat. Dan setelah lulus dari pendidikan, ATC tidaklah langsung bisa bekerja, melainkan harus mengikuti ujuan mendapatkan rating sesuai dengan ilmu yg dimiliki dan kondisi di lapangan.

Ujian License dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh regulator ditambah ujian rating yg harus terus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Tidak hanya itu, ATC aktif juga harus mengikuti ujian standard bahasa inggris penerbangan dan setiap tahunnya ATC harus mengikuti tes kesehatan. Ini semua dilakukan demi mendapatkan ATC yg bisa bekerja sesuai dengan aturan internasional yg dikeluarkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) sebuah organisasi Penerbangan Sipil Internasional yg sudah diratifikasi oleh Indonesia yg mengatur seluruh aturan penerbangan bagi negara anggotanya.


Lalu setelah lulus dari pendidikan, dimanakah ATC bekerja? Dalam hal ini siapakah penyelenggara pelayanan lalu lintas udara? Beberapa waktu yg lalu telah terbentuk sebuah badan hukum berbentuk Perum yg akan menjadi pemeran tunggal penyelenggara pelayanan lalu lintas udara di Indonesia. Adalah AirNav Indonesia yg menjadi penyelenggara tunggal pelayanan lalu lintas udara di Indonesia.

Untuk masalah salary, ane rasa agak tabu kalo disebutin nominalnya. Tapi yg jelas tidak ada satupun ATC di Indonesia yg hidupnya susah. Alhamdulillah baik yg di daerah maupun yg di kota besar bisa dikatakan bahagia. Karena menurut pendapat ane, berapapun gaji yg kita terima, kembali kepada kita masing2 dalam mengolahnya, kembali kepada kita masing2 dalam mensyukurinya.

Inilah sekelumit gambaran yg bisa ane bagi kepada ente2 pada penggemar ane tentang seperti apa ATC itu dan bagaimana caranya supaya bisa menjadi ATC.

Terima kasih buat adik ane yg paling judes sedunia (Afin Hananiyah) yg telah memberikan banyak inspirasi, masukan, dan semangat kepada ane untuk tulisan ane yg gak seberapa ini. Semoga bermanfaat terutama bagi para calon ATC yg siap bekerja demi Merah Putih memberikan pelayanan terbaik terhadap keselamatan penerbangan...




6 comments:

  1. Bahasa inggrisnya yang bener bener harus dikuasain apa ya pak selain speaking?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada bahasa inggris khusus penerbangan, agak berbeda dengan bahasa inggris umum, tujuannya untuk memudahkan pilot dan ATC berkomunikasi sehingga mengurangi peluang terjadinya miskomunikasi

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Pak kalau obu itu bagaimana bagus tidak kalau buat peluang di bidang pekerjaan??

    ReplyDelete
  4. Gan saya sekarang kan masih kelas 10. Nah... saya berminat jadi atc tetapi saat ini mata saya minus. Apakah masih bisa?

    ReplyDelete
  5. Gan saya sekarang kan masih kelas 10. Nah... saya berminat jadi atc tetapi saat ini mata saya minus. Apakah masih bisa?

    ReplyDelete

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...