Tuesday, December 27, 2016

Bahaya Hewan Liar

Sekitar 3 tahun yang lalu, ane pernah menulis tentang “Bird Strike”, gangguan burung terhadap pesawat udara. sepertinya sepele, namun ternyata, gangguan burung bisa menyebabkan celaka. Korban materi dan bahkan bisa menimbulkan korban jiwa. Gangguan burung atau dalam dunia penerbangan biasa dikenal dengan “Bird Strike” merupakan bagian dari gangguan hewan liar di Bandara.

Hewan liar merupakan permasalahan klasik di Bandara, dan ternyata setiap Bandara punya permasalahan yg berbeda-beda dengan hewan yg berbeda juga jenisnya. Untuk menghindari resiko yg ditimbulkan oleh gangguan hewan liar, maka penanganan hewan liar harus dikerjakan dengan baik. Maka dibuatlah “Manajemen Bahaya Hewan Liar” atau bahasa gaulnya “Wildlife Hazard Management”

Bahkan pemerintah sangat serius dalam menangani bahaya hewan liar di Bandara. Maka terbitlah Peraturan Dirjenhubud nomor : SKEP/42/III/2010 Tentang Petunjuk dan Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil bagian 139 – 03 Manajemen Bahaya Hewan Liar di Bandar Udara dan Sekitarnya (Advisory Circular CASR 139 – 03, Wildlife Hazard Management on or in the Vicinity of an Aerodrome) dan Peraturan Menteri Perhubungan PM 55 Tahun 2015 Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 139.073 Manajemen Bahaya Hewan Liar (Wildlife Hazard Management) dan Lingkungan.

Yg dilakukan dalam Manajemen Bahaya Hewan Liar antara lain adalah :

Identifikasi, hewan apa saja yg membahayakan penerbangan. Semisal burung, diidentifikasi, jenis burung apa. Masih banyak lagi hewan2 liar yg membahayakan penerbangan, seperti : Babi Hutan, Biawak, Hewan Ternak seperti Sapi dan Kambing, lalu ada Ular, bahkan hewan kecil seperti Kepik juga bisa menimbulkan bahaya bagi penerbangan.

Setelah diidentifikasi, maka dipelajari mengapa hewan tersebut bisa berada di Bandara. Oh ternyata rumput di Bandara cukup tinggi sehingga memudahkan burung untuk membuat sarang. Oh ternyata rumput di Bandara terlalu rendah, sehingga memudahkan burung untuk mencari mangsa di darat. Oh ternyata di dekat Bandara terdapat hutan, dan pagar parimeter ada yang rusak, sehingga Babi Hutan bisa masuk ke area Bandara.

Setelah dipelajari penyebabnya, dicarikan solusi supaya hal ini tidak terjadi. Semisal untuk penanganan burung liar dengan mengatur ketinggian rumput di Bandara sehingga tidak menarik burung untuk datang, atau menggunakan suara2 yg dirancang khusus untuk mengusir burung. Misalnya lagi dengan membuat pagar parimeter di sekeliling Bandara, sehingga tidak ada hewan darat seperti Babi Hutan atau Anjing liar yg masuk ke area Bandara. Atau menutup semua gorong2 dengan kawat atau besi teralis, sehingga biawak atau ular tidak bisa masuk. Macem2 dan yg jelas dipelajari dan dicarikan solusi terbaiknya.

Manajemen Bahaya Hewan Liar tidak hanya sampai disitu, namun dibuatkan juga SOP Penanganannya, Metode Pelaporan, bahkan Workshop mengenai hal tersebut juga kerap dilaksanakan, baik oleh Regulator dalam hal ini adalah Pemerintah, pihak pengelola Bandara maupun Navigasi Penerbangan termasuk juga Operator Penerbangan.

1 comment:

  1. searchblogspot.com

    Comment Blogspot :
    KapalJudiLounge

    Judi Bola

    KapalJudi88 Net

    1 Akun Untuk Semua Permainan
    - Sportbook
    - Togel
    - Tangkas
    - Poker Domino99
    - Slot JDB Habanero PlayTech Tembak Ikan
    - Casino GD88 WMCasino 855Crown

    WA : +62823 3491 4358 KAPALJUDI ( New )
    FB : Kapal Judi Faigk
    IG : Kapal Judi
    Link : KapalJudi88 Net

    ReplyDelete

Pendaratan Pertama di Pulau Bintan

Mencoba mengenang kembali kisah dua puluh tahun yang lalu, saat dimana ane dan seorang teman berangkat meninggalkan Jakarta menuju ke Pulau ...